Tarif Berlapis, Wisata Kuliner Sepi Pengunjung – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Tarif Berlapis, Wisata Kuliner Sepi Pengunjung

ARMIN/BERITA KOTA KENDARI
LENGANG. Wisata Kuliner Kolaka nampak lengang saat gambar diambil Minggu (5/2).

KOLAKA, BKK- Kawasan Wisata Kuliner Kolaka belakangan ini mulai sepi dari pengunjung. Tarif berlapis diduga menjadi penyebabnya.

Sepinya aktivitas di kawasan tersebut terjadi sejak Dinas Perhubungan Kolaka memberlakukan tarif masuk ke wisata kuliner. Meski hanya Rp 2.000 per motor, namun kebijakan tersebut ternyata membuat sebagian warga menjadi enggan.

“Terlalu betul, masa kita hanya mau masuk menyaksikan wisata kuliner sudah dimintai uang parkir. Apa memang Pemda sudah tidak punya lagi ide untuk memasukan PAD?” tanya salah seorang warga Kolaka Nasruddin, Sabtu (4/2) malam.

Yang masalah menurut Nasruddin, di dalam kawasan tersebut ternyata dipungut lagi biaya parkir. Padahal dia pernah bertanya kepada petugas palang untuk apa tarif masuk tersebut, dijawab sebagai retribusi parkir. Lahan parkiran pun tak begitu lapang.

Karena itu, Nasruddin berharap Pemkab Kolaka segera meninjau kebijakan ini, sebab dampak dari kebijakan pemungutan tarif masuk areal wisata kuliner, beberapa penjual mulai kembali berjualan di tempat mereka semula. Hal ini akibat omset mereka berkurang.

Salah seorang penjual minuman jus di lokasi wisata kuliner yang enggan disebut namanya, mengakui omzetnya mulai turun sejak diberlakukannya tarif parkir. “Di sini sudah mulai sepi pengunjung Pak. Biasanya agak ramai kalau malam minggu, tapi malam lainnya sepi sekali,” ungkapnya.

Terkait masalah ini, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Kolaka Amri Djamaluddin mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas perhubungan. Sebab menurutnya, tak perlu untuk menarik retribusi masuk ke kawasan kuliner.

“Keliru itu perhubungan, harusnya yang ditarik retribusi parkir saja,. Tak usah lagi ada biaya masuk,” katanya.

Menurut Amri, hal ini juga sudah menjadi pembicaraan di kalangan pemerintah. Bahkan dia meyakinkan Bupati Kolaka juga sudah mengetahuinya.

“Beliau merasa heran dengan kebijakan ini. Karena itu, Bupati akan memanggil kadis perhubungan,” katanya. (r3/aha)

To Top