Cuaca Buruk, Pelayaran Kasipute-Kabaena Lumpuh – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Cuaca Buruk, Pelayaran Kasipute-Kabaena Lumpuh

RUMBIA, BKK- Sudah hampir sepekan terakhir, akses transportasi laut rute Kabaena-Kasipute lumpuh. Sampai Minggu (5/2), belum ada satu pun kapal yang beroperasi akibat cuaca buruk di lautan.

Diperkirakan, tinggi gelombang disertai ombak di perairan Pulau Kabaena mencapai empat hingga lima meter. Pernyataan ini dikatakan, sahbandar pelabuhan Kasipute Andi Samsu Rijal.

Menurutnya akibat mengganasnya gelombang laut, sejumlah kapal penumpang yang selama ini beroperasi memilih untuk tidak berlayar. Kendati begitu, pihaknya belum dapat memastikan ketinggian gelombang laut secara akurat sebab di Bombana saat ini belum ada lembaga yang menangani masalah tersaebut.

“Belum ada kantor BMG di Bombana ini, jadi ini baru perkiraan saja. Yang jelas, ini sudah musim barat dan gelombang di tengah laut sudah tidak aman bagi pelayaran ke Kabaena” ujar Samsu Rijal.

Inal (30), awak kapal Veri KMP Madidihang milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang selama ini beroperasi di wilayah itu, membenarkan jika gelombang di perairan Kabaena sudah dalam level membahayakan. “Bisa sampai lima meter. Makanya sudah satu minggu ini kami tidak menyeberang di Kasipute. Paling kami bertolak dari Baubau menuju Kabaena saja. Itu pun kebanyakan pulang karena tidak mampu melewati gelombang tinggi,” kata Inal yang dihubungi wartawan koran ini, kemarin.

Akibat lumpuhnya akses transportasi laut ke Bombana, warga dari Kabaena harus menggunakan rute Kabaena-Baubau-Kendari. Begitu juga sebaliknya, warga yang sudah terlanjur di Bombana, harus kembali lagi ke Kendari dan mengambil rute Baubau – Kabaena.

“Jadi parah memang kita ini. Yang dari Kabaena mau ke Kasipute kalau musim ombak begini, kita keliling betul (Baubau-Kendari-Bombana),” ujar Anton (42) warga Kabaena.

Menurutnya, kondisi seperti ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah setempat sebab telah meresahkan warga di pulau penghasil tambang tersebut.
“Kalau tidak ada urusan penting, tidak masalah. Tapi bagaimana kalau ada situasi darurat,” tanyanya.

Sehingga tambah Anton, sarana transportasi laut rute Kasipute-Kabaena perlu menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi, bila perlu pemerintah pusat. (r2/aha)

To Top