Camat Poleang Utara Dituding tak Netral di Pilkada Bombana – Berita Kota Kendari
Suksesi

Camat Poleang Utara Dituding tak Netral di Pilkada Bombana

Kuasa hukum Tafdil saat memperlihatkan bukti keterlibatan Camat Poleang Utara yang memihak kepada salah satu paslon Pilkada Bombana. (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Kuasa hukum Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bombana, Tafdil-Johan Salim (Bertahan) menuding  Camat Poleang Utara, Mustafa terlibat politik praktis dengan  mendukung dan mengkapanyekan salah satu paslon  yang akan bertarung di Pilkada Bombana

Kuasa hukum Tafdil, Munsir SH MH mengatakan, keterlibatan camat ini dibuktikan atas adanya keterangan saksi-saksi maupun bukti lainnya berupa dokumentasi foto dari hasil investigasi yang dilakukan di lapangan. Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya keterlibatan oknum Kepolisian Resor (Polres) Bombana yang ikut bermain untuk memenangkan salah satu paslon di daerah itu.

Dijelaskan Munsir,  keterlibatan Camat Poleang Utara dilakukan dengan cara mengarahkan kepada seluruh kepala desa di wilayahnya untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat setempat agar memilih paslon nomor urut 1, Kasra J Munara-Man Arfah. Hal ini tentu bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Daerah

“Dalam ketentuan PKPU juga sangat jelas-jelas seorang ASN dilarang ikut terlibat langsung dalam setiap pilkada apa lagi untuk mendukung salah satu paslon. ASN itu adalah suatu lembaga yang harus netral dalam setiap momentum pilkada agar terciptanya demokrasi yang baik, jujur dan adil,” jelas Munsir sambil memperlihatkan bukti berupa foto keterlibatan Camat Poleang Utara, Sabtu (4/2).

Atas keterlibatan camat tersebut, Munsir menegaskan, akan melapor ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Hal ini akan dilakukannya, jika Mustafa tidak mengindahkan apa yang menjadi tuntutannya untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Sebenarnya temuan data ini kami sudah pegang dan dalam pengolahan data kami akan laporkan karena yang namanya suatu pelanggaran itu akan diproses. Bukti-bukti sangat jelas, baik keterangan saksi maupun bukti lainnya. Kami juga bisa mempertanggungjawabkan apa yang kami ungkapkan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Marwan Dermawan SH MH yang juga merupakan salah satu kuasa hukum Bertahan mengungkapkan, keterlibatan yang dilakukan aparat Polres Bombana berdasarkan hasil investigasi di lapangan. Sejumlah oknum polisi ditemukan mengajak masyarakat untuk memilih salah satu paslon.

“Oknum kepolisian yang kami duga ikut terlibat dalam politik praktis mempunyai jabatan tinggi di salah satu polsek yang ada di Bombana. Namun, saat ini kami sedang melakukan investigasi yang lebih mendalam untuk mengumpulkan bukti-bukti keterlibatannya agar apa yang kami sampaikan ini tidak terkesan fitnah dan kami bisa pertanggungjawabkan,” katanya.

Pihaknya pun berencana akan melaporkan polisi bersangkutan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sultra serta  ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

“Kami tegaskan kepada aparat kepolisian khususnya di lingkup Polres Bombana untuk tidak ikut melakukan politik praktis, karena tugas inti dari aparat kepolisian adalah mendukung dan mengamankan pilkada ini agar berjalan dengan damai, jujur dan adil,” pungkasnya. (m2/nur)

To Top