Beranda

Kejari Kendari Kembali Musnahkan 2.325 Kg Handak

Kepala Rupbasan Sultra bersama Kasipidum Kejari Kendari saat melakukan pemusnahan pupuk yang diduga akan dijadikan sebagai bahan peledak. (Rull/BKK)

KENDARI, BKK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari melakukan pemusnahan barang bukti (BB) pupuk ilegal jenis amonium organik sebanyak 2.325 kilogram (kg), yang diduga akan dijadikan bom ikan.

Pemusnahan dilakukan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pemilik pupuk, Bedu Hasan dan H Masrun, telah divonis tujuh bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kendari La Haja SH, di lokasi pemusnahan barang bukti menjelaskan, pihaknya melakukan pemusnahan BB sebanyak 93 karung pupuk, dengan kepemilikan Bedu Hasan sebanyak 61 karung dan H Masrun sebanyak 32 karung.

“Ini kita lakukan setelah keluarnya putusan perkara yang telah incraht (berkekuatan hukum tetap, red). Yang mana, untuk H Masrun divonis enam bulan penjara dengan denda Rp 1 juta, sedangkan Bedu Hasan divonis tujuh bulan penjara dengan denda Rp 1 juta,” terangnya.

Ia memaparkan, kasus ini bermula ketika terpidana Bedu Hasan dan terpidana H Masrun berniat melakukan penjualan pupuk di Kabupaten Taliabo Provinsi Maluku Utara.

Di tengah perjalanan melalui jalur laut, terpidana ditangkap Polisi Perairan (Polair) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

“Tujuan tempat kedua terpidana ini menjual pupuk itu sama, tetapi hari penangkapannya berbeda, sedangkan untuk vonis putusannya bersamaan. Sehingga, untuk pemusnahan barang buktinya juga dilakukan bersamaan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Rupbasan Sultra Jefri Ginting menambahkan, pemusanahan barang bukti untuk tahun ini sudah dua kali dilakukan.

Pertama, barang bukti pupuk sebanyak 21 karung dengan berat 1.050 kg pada 17 Januari lalu.

Ia melanjutkan, masih ada beberapa barang bukti yang tersimpan di Rupbasan Sultra, berupa sepeda motor, truk, excavator, dan kayu.

Kebanyakan merupakan titipan Kejari, Kejati, dan Polda.

“Kesemuanya itu tinggal menunggu putusan apakah dilelang atau dirampas. Yang pasti, tidak dimusnahkan,” terangnya. (cr5/iis)

To Top