Ingin Kenal Budaya Lokal, Siswa SMK Tunas Husada Berkunjung ke Museum – Berita Kota Kendari
Beranda

Ingin Kenal Budaya Lokal, Siswa SMK Tunas Husada Berkunjung ke Museum

KENDARI, BKK- Guna belajar dan mengetahui kebudayaan Indonesia khususnya kebudayaan lokal Sulawesi Tenggara (Sultra), SMK Tunas Husada Kendari melakukan kunjungan di UPTD Museum Sultra.

Kegiatan ini diikuti 50 siswa kelas III jurusan farmasi dan keperawatan  di sekolah kesehatan tersebut.
Beberapa guru SMK Tunas Husada Kendari juga ikut mendampingi siswa melakukan kunjungan tersebut.

Mereka menjelaskan kepada siswanya itu mengenai kebudayaan Sultra dan berbagai filosofi di dalamnya yang terkait kebudayaan Indonesia.

Salah satu guru, Hasriani SPd  memaparkan, di era sekarang, penting bagi siswa sekolah untuk belajar mengenai kebudayaan khususnya yang ada di Sulta.

Belajar budaya bisa lewat buku, akan tetapi lebih baik lagi bila melihat langsung wujudnya seperti apa, salah satunya dengan cara berkunjung ke museum.

“Sangat penting belajar budaya. Kita jangan hanya melihat kebudayaan orang lain, akan tetapi kita harus bangga dan belajar memahami kebudayaan kita sendiri,” ujar Hasriani di sela-sela kunjungan di UPTD Museum Sultra, Kamis (2/2).

Dengan berkunjung ke museum, lanjutnya, siswa bisa belajar banyak seperti belajar mengenai geologi, etnografi , geologi, dan beberapa pelajaran lainnya.

Menurut Hasriani, kunjungan ke museum tersebut baru pertama kali diadakan SMK Tunas Husana Kendari. Namun, ke depan akan diagendakan setiap tahunnya dengan harapan siswa di sekolah ini senantiasa mencintai kebudayaannya.

Sementara itu, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan tersebut,  Yoel Yolanda Lintjewas mengatakan, ia dan teman-temannya senang bisa berada di UPTD Museum Sultra. Hal ini menurutnya sebagai pengalaman baru.

“Biasanya kita sibuk dengan kegiatan tentang kesehatan seperti pergi berkunjung ke apotik dan puskesmas. Melalui pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) ini kita dapat mengetahui hal baru mengenai kerajinan baju adat dan bahan yang digunakan terutama sejarah Indonesia,” tandasnya. (p12/nur)

To Top