Wisata Arkeologi Konsel Siap Digarap – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Wisata Arkeologi Konsel Siap Digarap

FAISAL/BERITA KOTA KENDARI
AUDIENS. Pokja Penelitian dan Pengembangan Situs Kendari II Airfield saat melakukan audiens bersama Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Kamis (2/2).

KENDARI, BKK- Sebanyak 52 bunker yang merupakan peninggalan perang dunia kedua di wilayah Lanud Konsel, siap dicanangkan menjadi objek wisata arkeolog di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Selain bunker, masih banyak lagi situs lainnya yang digadang-gadang untuk menjadi potensi wisata arkeologi.

Ketua Pokja Penelitian dan Pengembangan Situs Kendari II Airfield, Rahman mengatakan, selain 52 banker, di Lanud juga terdapat peninggalan perang lainnya, diantaranya 22 gudang amunisi, struktur dan revetment yang total keseluruhan berjumlah 153 situs penemuan.

Rahman menjelaskan, lokasi Lanud dulunya merupakan landasan udara yang disebut Kendari II Airfiel.

Awalnya dibangun oleh Belanda, lalu kemudian setelah Jepang masuk, Kendari II Airfield digunakan oleh Jepang. Setelah itu, Kendari II Airfield digunakan oleh tentara sekutu. Setelah Indonesia merdeka, kembali digunakan oleh Trikora dalam operasi pembebasan Irian Jaya.

“Konsel merupakan daerah yang memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, budaya, hutan, sejarah. Karena ini baru kita mulai. Jadi kita fokus dulu di situs peninggalan perang dunia di Lanud HLO,” kata Rahman saat melakukan audiens dengan Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Mahar Buburanda Imran, Kamis (2/2).

Ia mengungkapkan, situs peninggalan perang tersebut harus lebih dikembangkan agar diketahui oleh masyarakat luas. Selain itu, situs-situs seperti berguna untuk mengungkap sejarah yang terjadi di masa itu.

“Kami berharap, ini bisa bernilai untuk masyarakat umum, mulai dari pendidikan, ekonomi, dan yang terpenting juga dapat menjadi salah satu objek wisata arkeologi di Sultra,” ungkap anggota Balai Arkeolog UHO tersebut.

Rahman menambahkan, yang menjadi target dari pengembangan wisata Kendari II Airfield adalah wisatawan mancanegara (Wisman) dari Belanda dan Jepang. Sebab situs peninggalan sejarah tersebut merupakan peninggalan masa kependudukan Belanda dan Jepang.

Ia berharap, situs tersebut dapat dilestarikan, sebab memiliki potensi yang multi dimensi dan multi sektoral. Melalui Pokja, pihaknya berupaya menggambungkan multi dimensi dan sektoral untuk kemudian memunculkan objek yang bisa dijual, baik ke wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Tinggal bagaimana pemerintah bisa membackup kita dengan dana, sehingga apa yang menjadi potensi wisata arkeologi Kendari II Airfield di Lanud, bisa kita jual ke wisatawan,” harapnya.

Sementara Mahar Buburanda Imran menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan objek wisata di Konsel. Untuk itu, pihaknya akan segera membuat SK Pokja yang akan menggarap pengembangan Situs Kendari II Airfield.

“Ini akan segera kita proses, Insya Allah minggu depan, SK-nya sudah keluar,” ujar pria yang akrab disapa Randa tersebut.

Randa menambahkan, tidak hanya sampai sebatas SK Pokja yang akan diprosesnya, ke depan pihaknya akan mengusahakan keluarnya Peraturan Bupati untuk lebih menjamin kepastian hukum Pokja dalam melakukan tugasnya.

“Pelan-pelan kita lakukan, kita sesuaikan juga dengan anggaran yang ada. Tapi kita upayakan Konsel dapat dikenal di mata dunia,” tuturnya. (p11/aha)

To Top