Warga Walk Out Saat Hearing Pembebasan Lahan – Berita Kota Kendari
Headline

Warga Walk Out Saat Hearing Pembebasan Lahan

HUSAIN/BERITA KOTA KENDARI
Proses Hearing DPRD Konkep bersama Pemda Konkep dan Masyarakat Pemilik Lahan terkait pembebasan lahan jalan 40 di Ruang Paripurna DPRD Konkep, Kamis (2/2).

LANGARA, BKK – Rapat dengar pendapat (Hearing) terkait pembebasan lahan pembangunan jalan 40 yang digelar di ruang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Kamis (2/2) diwarnai aksi walk out oleh masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Aksi walk out tersebut terjadi setelah mantan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan umum Sekretariat Daerah (Setda) Konkep yang saat ini menjabat sebagai pelaksana Kepala Dinas Pendisikan dan Kebudayaan Konkep, Drs Muh Yani berusaha memberikan pemahaman kepada pemilik lahan terkait harga pembebasan lahan yang sebelumnya telah disepakati sebesar  sepuluh ribu permeter.

“Sudah disepakati sebelumnya bahwa harga pembebasan lahan khususnya untuk pembangunan jalan itu sebesar sepuluh ribu, itu sudah disepakati saat sosialisasi sebelumnya,” katanya.

Tidak terima dengan ungkapan tersebut, beberapa masyarakat sontak berdiri dan membentak ungkapan mantan Kabag Pemerintahan tersebut dan bergegas meninggalkan ruang rapat yang dihadiri oleh Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT didampingi Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi SE MM dan Sekretaris Daerah(Sekda) Konkep, Ir H Cecep Trisnajayadi MM.

“Kami tidak pernah ikuti yang namanya sosialisasi atau apapun itu, tidak ada itu, kemudian pemerintah harus meratakan semua harga pembebasan lahan di Pulau Wawonii ini, jangan berpariasi, kami hanya sepulih ribu sementara yang lain itu beda,” teriak Rustan, salah satu perwakilan pemilik lahan.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Konkep, H Amrullah menjelaskan kepada beberapa warga yang mengaku sebagai pemilik lahan bahwa jauh sebelumnya pernah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama masyarakat Wawonii Barat yang saat itu dipersiapkan sebagai Ibu Kota Kabupaten.

“Sudah pernah kami lakukan sosialisasi di Balai desa Langara Iwawo masalah pembebasan lahan, saat itu disepakati bahwa khusus lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan itu harganya sepuluh ribu permeter, kecuali lahan yang digunakan untuk pembangunan bangunan lain seperti perkantoran, itu masih bisa dinegosiasi dengan masyarakat tetapu harus memperhatikan kewajaran pembayaran,” jelasnya.

Menjawab tuntutan warga yang meminta harga pembebasan lahan jalan 40 sebesar 350 ribu permeter, H Amrullah menyampaikan kepada masyarakat bahwa hal tersebut bisa dipenuhi tetapi ada banyak hal perioritas yang akan terabaikan terutama pembangunan karena jumlah anggaran Pemda Konkep yang sangat terbatas.

“Kalau kita penuhi tuntutan saudara-saudara, harga pembebasan lahan sebesar tiga ratus lima puluh ribu permetar, melihat jumlah anggaran kita yang sangat terbatas, pasti banyak hal perioritas yang harus kita abaikan, tidak akan ada beasiswa untuk anak-anak kita atau saudara-saudara kita, tidak akan ada pelayanan kesehatan, jadi banyak yang kita fikirkan, jangan berfikir tendensius untuk satu masalah, tetapi kita harus remuk untuk diselesaikan bersama,” ajaknya. (k4/lex)

To Top