Sukseskan Pilkades, Para Camat Diingatkan untuk Netral – Berita Kota Kendari
Suksesi

Sukseskan Pilkades, Para Camat Diingatkan untuk Netral

Abu Hasan bersama Wakilnya Ramadio dan Sekda Butur Drs La Ode Baharuddin saat memimpin rapat pembentukan tim fasilitasi pilkades, Kamis (2/2).

BURANGA, BKK – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Buton Utara (Butur) pada bulan Maret mendatang, diharapkan berjalan lancar tanpa masalah sedikit pun. Untuk mewujudkannya, seluruh jajaran pemerintahan di daerah setempat diingatkan untuk tidak terlibat dalam persoalan dukung mendukung dari setiap pasangan calon yang ada, terutama bagi para Camat.

Peringatan tersebut disampaikan langsung Bupati Butur, Abu Hasan ketika memimpin rapat pembentukan tim fasilitasi pilkades, di Aula Setda Butur, Kamis (2/2).

“Saya ingatkan hal ini karena soal pilkades sudah pasti rentan dengan berbagai potensi akan masalah-masalah sosial kemasyarakatan,” tegas Abu Hasan yang ikut didampingi Wakil Bupati Butur, Ramadio.

Menurut Abu Hasan, proses pelaksanaan pilkades serentak tidak sesederhana seperti yang dibayang-bayangkan kebanyakan orang. Apalagi, pilkades serentak itu pertama kali dilakukan di daerah dengan slogan Lipu Tinadeakono Sara ini.

“Kita belum punya pengalaman yang banyak melaksanakan pilkades serentak sebab untuk pilkades serentak ini formulanya baru akan pertama kali kita lakukan. Saya juga meminta para camat selain tetap netral, lakukan juga langkah-langkah persuasif di masyarakat, temui tokoh-tokoh masyarakat agar bisa mengantisipasi potensi masalah yang bisa terjadi,” pintanya.

Diungkapkannya di Butur sendiri ada sebanyak 43 desa yang akan melaksanakan pemilihan serentak. Dimana, tentunya harus dikawal oleh petugas aparat keamanan yang sebenarnya dari sisi jumlah masih dianggap kurang.

Misalnya saja, TNI di Butur dibagi saja satu desa satu tentara, masih juga tidak cukup. Olehnya itu, ujarnya keterlibatan semua pihak termasuk para camat ikut menentukan. Soal pilkades mengapa harus difokuskan, karena ini rentan dengan berbagai potensi persoalan kemasyarakatan seperti konflik sosial.

“Karena pilkades itu sudah lazimnya bukan hanya calon yang head to head, tapi para pemilihnya juga. Pilkades itu adalah miniatur dari pilkada,”pungkas pria berkacamata ini. (k5/nur)

To Top