Polsek Baruga Selidiki Motif Kematian Densi Lasa – Berita Kota Kendari
Beranda

Polsek Baruga Selidiki Motif Kematian Densi Lasa

Ketika mayat korban di evakuasi

KENDARI, BKK- Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga memeriksa 8 orang berkait misteri kematian salah seorang guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kendari, Densi Lansa (50), yang ditemukan mayatnya bersimbah darah.

Kepala Polsek (Kapolsek) Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tiswan saat ditemui di ruangannya menurutkan, Kamis (2/1), dari delapan saksi yang sudah diperiksa, belum terungkap motif kematian korban.

Untuk itu, ujar dia, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman, sambil menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

“Kita belum dapat mengetahui motif meninggalnya korban, dan kita juga masih menunggu hasil autopsi. Tapi yang jelas, kasus ini sementara dalam tahapan penyelidikan,” tegasnya.

Saksi yang diperiksa, terang dia, merupakan orang-orang yang ditemui di lokasi, di antaranya saksi mata yang pertama kali menemukan mayat.

“Misalnya Nurhayati, Amir Hamsah, Sawaluddin, Samsi yang tidak lain kakak korban, dan beberapa orang lain lagi,” bebernya.

Dugaan sementara, korban dibunuh. Diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa dua golok berukuran setengah meter.

Selain itu, di tubuh korban pada dibagian kepala terdapat luka akibat pukulan benda keras.

Diberitakan, sesosok mayat pria paruh baya ditemukan bersimbah darah, di sebuah pondok di Jalan Brigjen Majid Joenoes Kelurahan Bende Kecamatan Kadia Kota Kendari, Selasa (31/1) pukul 07.45 Wita.
Belakangan, jenazah diidentifikasi sebagai Densi Lasa (50), akrab disapa Densi.

Saksi mata, Amir Hamzah (58), kepada wartawan koran ini menuturkan, mayat ditemukan sekitar pukul 07.45 Wita.

Menurut Amir, pada malam hari sebelum penemuan mayat itu tidak ada kejadian-kejadian aneh.
Bagi Amir, Densi dikenal sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sosok pria pendiam dan penyendiri itu juga dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan.

Kata dia, jarang ada orang lain yang berkomunikasi dengan Densi.

Densi adalah lelaki kelahiran Mandar, dan seorang muslim. Ia juga merupakan seorang guru yang mengajar biologi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kendari.

Akhir-akhir ini Densi sudah jarang ditemui pergi mengajar, karena mengidap kelainan jiwa.

Pemilik warung makan ini melanjutkan, sejauh yang ia ketahui, Densi juga memiliki rumah di Wuawua, namun sejak bercerai dengan iterinya, Densi memutuskan menumpang untuk membuat gubuk tepat di samping kiri rumahnya, yang dinding rumah Densi bersambung dengan rumahnya.

“Biar anaknya takut ketemu dia (Densi),” tuturnya.

Hal senada dikatakan Samsir (58), kakak kandung Densi membenarkan adanya kelainan jiwa pada adiknya.

Hal itu yang menyebabkan Densi yang punya rumah di bilangan Wuawua pindah ke Kelurahan Bende.

Menurut Samsir, Densi sudah mengalami kelainan jiwa sejak sekitar 10 tahun yang lalu.

Samsir mengakui, sudah sejak lama ia tidak bertemu dengan adik kandungnya itu. Ia juga kaget mendengar kabar ada penemuan mayat dan itu adalah adiknya. (p11-cr5/iis)

To Top