Pengairan Bermasalah, Alakaya Butuh Pompa Air – Berita Kota Kendari
Aktualita

Pengairan Bermasalah, Alakaya Butuh Pompa Air

Kades Alakaya, Muh Edwin S Sos

Andoolo, BKK – Berkurangnya ketersediaan air kali roraya  yang mengaliri areal persawahan Desa Alakaya, memaksa warga serta pemerintah Desa meminta kepada pemda konsel untuk bisa memberikan bantuan berupa pompa air besar.

Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan pendistribusian air di areal persawahan dalam peningkatan budidaya padi.

Kepala Desa (Kades) Alakaya, Muhamad Edwin S Sos mengatakan permasalahan yang terjadi didesanya yakni persoalan pengairan yang kurang maksimal membuat produtifitas padi sawah berkurang dan ini sudah berlangsung bertahun tahun.

Olehnya itu, lanjut dia, atas nama warga desa memintah pemda konsel untuk bisa menindaklanjuti dengan memberikan bantuan tersebut untuk peningkatan produktifitas budidaya padi dan juga untuk peningkatan kesejahteraan kususnya masyarakat Desa Alakaya.

“Kondisi Air kali saat ini terlihat sangat susah untuk mengaliri sawah sawah yang ada karena sudah jauh dari permukaan tanah, jadi solusi untuk memaksimalkan pengairan disemua lahan persawahan harus menggunakan pompa air besar,”jelasnya edwin yang juga merupakan kades termuda di Konsel.

Edwin yang memulai karirnya sebagai kepala desa pada tahun 2013 itu mengatakan lahan persawahan yang masuk dalam wilayah desanya berkisar 350 hektar dan jika ini bisa dimanfaatkan dan mendapatkan perhatian kusus dari pemerintah daerah itu bisa meningkatkan produktifitas pertanian konsel dalam budidaya padi. namun, kata edwin, jika permasalahan itu terjadi sebaliknya itu bisa menjadi dampak buruk bagi petani kususnya masyarakat Desa Alakaya yang selalu mengalami kemunduran dari tahun ketahun.

” Pemda konsel baru baru ini diberikan bantuan beberapa unit Pompa air besar dari menteri pertanian secara langsung, dan bagusnya itu diberikan kepada kami yang betul betul membutuhkan dan ini demi peningkatan pertanian dikonsel dan juga dalam mendukung visi misi bupati yaitu desa maju konsel hebat,”pintanya

Permasalahan pengairan mengakibatkan turunnya produktifitas budidaya padi yang sudah berlangsung cukup lama itu dibenarkan salasatu petani warga Desa Alakaya, Sudirman saat dikonfirmasi dibalai desa Alakaya oleh wartawan Berita Kota Kendari kamis,(2/2) kemarin.

“biasanya saya panen dalam 1 hektar bisa mencapai 40 karung tapi dengan adanya pengairan air ke areal persawahan yang tidak maksimal paling saya dapat 30 karung,”keluhnya

Sudirman berharap pihak pemda bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi didesanya dengan memberikan bantuan pompa air untuk memaksimalkan tanaman padi yang dibudidayakan.

Pernyataan yang sama juga muncul dari Pendamping Lokal Desa(PLD), Jabal Nur yang mengatakan seringnya masyarakat mengalami gagal panen dengan mendapatkan kerugian cukup besar itu sebabkan proses pengairan persawahan yang tidak merata.

“Kalau lahan persawahan subur panennya bisa berapa kali tapi disini hanya panen sekali setahun,” tuturnya

Jabal mengatakan selain memiliki potensi pertanian yang luar biasa, Desa Alakaya juga memiliki potensi dibidang perkebunan dan peternakan.

Seorang masyarakat Desa Alakaya yang memiliki kebun coklat  setiap tahunnya bisa mendapatkan hasil panen hingga 30 juta per tahun, sedangkan untuk bidang peternakannya, berdasarkan  database pemerintah desa Alakaya  jumlah Sapi bali berjumlah kurang lebih 1600 ekor yang berada didesa tersebut.

“Bayangkan kalau pertanian, perkebunan dan peternakan di Desa Alakaya mendapat perhatian kusus pemda konsel pasti dengan sendirinya warga menjadi sejahtera,” yakinnya

Olehnya itu, Jabal berharap pemerintah Konsel lebih selektif dalam memberi bantuan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dan jelih melihat potensi yang ada didesa untuk bisa dikembangkan dan ditingkatkan.

“Dan juga kami berharap pemda konsel bisa memberikan bantuan pompa air kepada warga desa alakaya untuk bisa memaksimalkan pengairan dan mudamudahan jika diberikan bantuan itu desa alakaya bisa menjadi Lumbung padi di konsel,”harapnya lagi.(k8/lex)

To Top