Neraca Perdagangan Sultra Defisit 190 Juta Dolar – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Neraca Perdagangan Sultra Defisit 190 Juta Dolar

KENDARI, BKK- Berdasarkan keterangan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 2016 Sultra mengalami defisit perdagangan hingga 190 juta dolar.

Hal ini disebabkan tingginya nilai impor Sultra dibanding nilai ekspor.

Kepala BPS Sultra Atqo Murdiyanto mengatakan, nilai ekspor Sultra Desember 2016 mencapai 45,36 juta dolar.

Nilai ekspor Desember 2016 mengalami kenaikan dibanding November tahun yang sama.

“Di bulan November 2016 nilai ekspor mencapai 12,00 juta dolar. Sedangkan di bulan Desember 2016 nilai ekspor mencapai 45,36 juta dolar. Jadi, nilai ekspor Desember 2016 mengalami kenaikan hingga 278,00 persen,” kata Atqo saat ditemui di di BPS Sultra, Rabu (01/02).

Atqo menambahkan, total ekspor Sultra pada Januari hingga Desember 2016 mencapai 219,24 juta dolar.

Mengalami penurunan 7,46 persen jika dibandingkan 2015.

Share terbesar ekspor Sultra adalah besi dan baja, yaitu 198,99 juta dolar atau 90,76 persen.

Sisanya itu ekspor ikan dan udang senilai 11,64 juta dolar atau 5,31 persen.

Atqo menambahkan, berdasarkan hasil survei BPS, ada 3 negara yang menjadi pangsa pasar Sultra.

Ketiga adalah Tingkok, India, dan Korea Selatan.

“Ekspor kita ke Tingkok itu sebesar 65,32 juta dolar atau 29,79 persen. Di India, nilai ekspor kita mencapai 46,06 juta dolar atau 21,01 persen. Yang terbesar adalah Korea Selatan, yaitu senilai 84,43 juta dolar atau 38,51 persen,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut Atqo, nilai impor Sultra cenderung mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Disebutkan, impor Sultra pada Desember 2016 tercatat 58,55 juta dolar, menurun hingga 8,66 persen dibanding November yang tercatat 64,10 juta dolar.

Total impor Sultra di 2016 senilai 409,24 juta dolar, dengan share terbesar bahan bakar mineral sebesar 266,25 juta dolar atau 65,06 persen, dan mesin dan pesawat mekanik sebesar 77,27 juta dolar atau 18,88 persen.

“Neraca perdagangan kita di 2016 mengalami defisit hingga 190,00 juta dolar,” tandasnya. (p11)

To Top