Suksesi

Dituding Picu Kerusuhan, Laskar Insani Bela Diri

RAHA,BKK – Tim pemenangan dua pasangan calon (Paslon) kepala daerah Muna Barat saling tuding penyebab keributan yang terjadi usai debat pilkada, Rabu (1/2).

Sebelumnya tim pemenangan paslon LM Rajiun-Ahmad Lamani (Rahmatnya Mubar), La Ode Apiti menyebutkan, pemicu kributan tersebut adalah kubu paslon Ikhsan-La Nika (Insani). Hal ini pun dibantah kubu Insani.

Menurut Panglima Laskar Insani, La Ode Aca, apa yang dikatakan La Ode Apiti tersebut sebuah kebohongan besar. Sebab menurutnya, justru kubunyalah yang lebih dulu diserang pendukung Rakmatnya Mubar.

“Kamilah yang diserang duluan oleh kubu Rahmatnya Mubar. Posisi kami ada di lorong dan dipagari kawat berduri mana mungkin menyerang kubu Rahmatnya Mubar yang  berada bebas di luar,” terang Aca, Kamis (2/2).

Salah satu bukti bahwa penyerangan dilakukan kubu Rakmatnya Mubar karena salah satu korban yang luka akibat kejadian tersebut, posisinya berada di tempat kubu Insani.

“Ibu yang luka karena lemparan itu justru duduk di kubu kami. Dia memang pendukung paslon nomor dua (Rahmatnya Mubar,red) tapi justru dia terkena lemparan dari kubu paslon nomor dua juga dan  kami punya saksi-saksi di lapangan kok,” ungkapnya.

Olehnya itu, Aca juga meminta agar La Ode Apiti mencabut tudingannya terhadap pendukung Insani yang dianggap sebagai pemicu keributan.

“Masyarakat Mubar pasti tahulah siapa yang brutal  dan tidak mausiawi. Paslon Insani tetap mengedepanka satun dan berbudaya.  Kami sangat menjaga pesta demokrasi ini agar berjalan damai, aman dan lancar,” tambah Aca.

Dia juga meminta agar pihak Polres Muna dapat berlaku netral dalam pilkada Mubar. Sebab menurutnya, dalam peristiwa keribuatan itu kubu Insani dalam posisi diserang dengan menggunakan botol dan batu, namun pihak kepolisian justru menembakkan gas air mata ke kubunya itu.

“Kemarin kami diserang duluan dengan lemparan botol minuman, kemudian dengan batu. Ya jangan salahkan kami kalau tiba tiba ada yang membalas lemparan botol minuman dan batu kearah kubu sebelah. Tapi kenyatannya jutsru kamilah yang ditembakan gas air mata oleh pihak petugas,” pungkasnya. (cr1/nur)

To Top