Usai Debat, Pendukung Saling Serang # Hujan Batu dan Gas Air Mata, Korban Berjatuhan – Berita Kota Kendari
Headline

Usai Debat, Pendukung Saling Serang # Hujan Batu dan Gas Air Mata, Korban Berjatuhan

Para paslon Insani dan Rahmatnya saat melakukan debat publik di Aula Pemda Mubar.
Pendukung Insani dan Rahmatnya terlibat kericuhan usai pelaksanaan debat di halaman kantor Bupati Mubar, Rabu (1/2).

LAWORO, BKK – Proses debat calon bupati dan wakil bupati Muna Barat yang awalnya berlangsung tertib dan aman, berubah jadi ricuh ketika acara debat usai dan para pendukung saat hendak pulang, Rabu (1/2).

Acara debat yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 13.00 Wita di Aula Pemda Mubar dipimpin moderator Prof Dr Ir Azhar Bafadal MSi, dan disiarkan  secara langsung TVRI.

Saat para pendukung dan masyarakat yang datang menyaksikan debat hendak pulang, tiba-tiba suasana berubah ricuh. Entah dari kubu mana yang memulai tiba-tiba beberapa orang pendukung paslon nomor 1 (Muh Ikhsan – La Nika) dan nomor 2 (LM Rajiun – Achmad Lamani) baku hantam di jalan raya.

Para pendukung dari dua paslon juga terlibat saling caci dan maki, lalu terjadilah hujan batu, karena masing-masing pendukung atau satgas dari kedua paslon saling melempar.

Parahnya lagi, jarak antara dua kubu pendukung tidak terlalu jauh dipisahkan oleh polisi. Untung aksi anarkis ini cepat diredam aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata yang membuat masa dua pendukung yang bertikai lari pontang panting kabur.

Pantauan jurnalis koran ini dari lapangan, terlihat sejumlah  orang pendukung paslon Rajiun luka luka bagian mata dan bajunya terbuka khususnya dari kalangan ibu-ibu. Demikan juga dialami pendukung Ihsan.

Ada sejumlah orang yang terlihat juga terluka dan mata memerah terkena gas air mata dan terlihat lebam seperti kena pukulan. Sekitar pukul 13.30, terlihat semua masa pendukung 2 paslon mulai meninggalkan arena debat.

Sebelumnya pihak keamanan telah mengkondisikan pegamanan debat dengan memisahkan posisi pendukung Insani dan Rahmatnya, yang dibatasi dengan pasukan kepolisian.

Sebanyak 318 personil aparat kepolisian Polres Muna dan Dandim 1416 Muna diturunkan untuk mengamankan proses debat.

Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIk ketika dikonfirmasi mengenai kericuhan antar dua pendukung mengatakan tidak ada yang diamankan dalam perstiwa tersebut.

“Tidak ada yang kita amankan, itukan hanya kejadian spontan,” ujarnya melalui telepon selulernya.

Namun demikian, Kapolres meminta agar kedua kubu untuk menahan diri dan menghindari provokasi, sehingga proses demokrasi tetap berjaalan aman dan damai.

Sebelumnya dalam proses debat, kedua paslon yang bertarung LM Ihsan Taufik Ridwan ST – Drs La Nika Msi (Inasni) dan paslon Drs LM Rajiun Tumada Msi – Drs Achmad Lamani MM (Rahmatnya Mubar) memaparkan visi, misi dan program mereka.

Dengan mengusung visi dan misi menjadikan Muna Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sultra,cabub LM Ihsan mengatakan tidak ada yang bisa mengalahkan program mereka.

” Tidak ada yang bisa kalahkan program kami yang sudah kami susun  dalam visi misi. Kami akan optimalkan  sumber daya manusia, sumber daya alam dan tetap perpegang pada kearifan lokal. Kami akan bangun infrastruktur yang berkualitas, percepatan pertumbuhan ekonomi yang merata dan teringritas. Kemudian peingkatan pelayanan publik secara cepat dan tranparan,” kata Ihsan yang disambut aplaus ribuan pendukungnya yang memenuhi ruangan debat mamupun diluar.

Sementara paslon nomor urut 2  LM Rajiun dalam visi misinya mengusung tema terwujudnya masyarakat Muna Barat yang sejahtera, demokratis, pruduktif, dan berdaya saing dengan dilandasi oleh nilai nilai regelius.

“Sesuai visi misi kami itu, kami  akan tingkatkan kualitas SDM,kemudian kesehatan, pendidikan , keagamaan, perekomian, ,serta  peningkatan infrastruktur. Mubar ini DOB baru, 2 tahun lalu kondisi Mubar sangat terisolir. Baru tahun 2015 – 2016, kami adakan pengaspalan 100 km pertahun. Kemudian setiap desa kami aspal 2′ km pertahun serta pembagunan jembatan dan gorong gorong,” kata mantan PJ Bupati Mubar ini pamerkan keberhasilannya selama menjadi Pj di Mubar dan disambut aplaus ribun pendukungnya.

Dalam debat tersebut ada 1 hal yang menarik saat moderator menanyakan mengenai IPM (Indek Pembangunan Manusia ) yang mana Kabupaten Muna IPMnya cuma 62,29 atau urutan ke 14 dari 17 kabupaten / kota Se Sultra atau masuk katagori sangat rendah. Oleh mederator masing masing paslon diminta jawabannya terkait hal ini dan membangun Mubar sumber dananya dari mana.

Menanggapi peryataan ini paslon nomor 2 Rajiun menguraikan masalah APBD sekitar Rp 400 miliar, DAK Rp 120 miliar, BDH Rp 10 mliar, DAU Rp 217 miliar. ” Di Mubar itu tahun 2016 kita membangun menggunakan perkada. Karena pembahasan APBD didewan waktu itu tekendala. Bagaimana pertumbuhan ekonomi di Mubar mau meningkatkan signifikan,  kalau jalan rusak, jembatan  rusak,” tangkis Rajiun.

Beda dengan Ihsan – La Nika, paslon yang diusung Partai Golkar ini mengatakan mereka akan ciptakan lapangan kerja baru untuk meningkatkan perkapita masyarakat di Mubar. ” Kami akan menciptakan lapangan kerja dan lapangan usaha, untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Kami akan buat sistem perekonomian lebih dulu. Setelah itu kami akan tingkatkan pertumbuhan disektor pertanian, perkebunan, perikanan, dengan sistim terbuka. maka dengan itu lapangan kerja  akan terbuka.  Kami juga akan bangun infrastruktur berkualitas di Mubar,” tukas Ihsan dan La Nika yang kompak menjawab pertayaan sepanjang acara debat itu.

Sedangkan terkait peningkatan UMKM di Mubar jika terpilih menjadi Bupati dan wakil Bupati Mubar,  paslon INSANI mengatakan bahwa mereka akan memberikan bantuan modal senilai Rp 5 sd Rp 10 juta perUMKM. Kemudian membentuk central entepreneur untuk memberikan pelatihan kepada para UMKM.

Sementara pason Rahmat Nya Mubar mengatakan akan mengembangkan tanaman singkong gajah. Dengan mengoptimalkan singkong gajah, kata Rajiun masyarakat bisa mendapat penhasilan Rp ratusan juta perhektar.

Pantauan koran ini acara depat berlangsung seru dan menarik. Karena masing masing paslon memaparkan keunggulan program mereka masing masing yang sudah dimasukkan dalam visi misi mereka. Tidak kalah serunya, sepanjang depat berlangsung ribuan pendukung masing masing paslon yang berada diluar ruangan, saling teriak dan ejek, setiap jagoan mereka berbicara.

Acara debat disaksikan sekitar 300 undangan, diantaranya dari KPU Sultra, Bawaslu, Panwaslu, anggota DPRD, unsur Muspida, dan utusan tim dan parpol pengusung dari kedua paslon.(cr1/lex)  

To Top