Relawan Rasak-Haris Khawatir Formulir C6 Disalahgunakan KPU – Berita Kota Kendari
Beranda

Relawan Rasak-Haris Khawatir Formulir C6 Disalahgunakan KPU

Relawan rasak-haris nonton bareng debat kandidat yang disiarkn langsung salah satu stasiun televisi nasional,(31/1)

KENDARI, BKK – Ketua Relawan Pasangan Calon (Paslon) Abdul Rasak dan Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) untuk Kecamatan Kadia, Muhammad Yusuf Yahya, menyatakan khawatir terhadap penyelenggara dan pengawas Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari.

“Kita sudah melihat beberapa kejadian-kejadian yang berpotensi kecurangan, yang baru-baru ini terjadi. Untuk itulah kami berharap di Pilwali, kejadian-kejadian tersebut tidak terulang lagi sehingga Pilwali ini bisa berjalan secara bersih, jangan ada ketidaknetralan dari para penyelenggara,” katanya, Rabu (1/2).

Ia juga meminta kepada pihak Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Kendari untuk sigap dalam mengantisipasi kecurangan, serta tegas dalam memberikan tindakan.

“Netralitas panitia pengawas ini benar-benar terjaga, jangan sampai kemudian ditunggangi oleh salah satu pasangan calon,” pintanya.

“Oleh karena itu kami sangat berharap Panwaslu benar-benar mengawal proses ini, menempakan semua orang-orangnya di tempat pemungutan suara (TPS), sehingga potensi kecurangan yang dilakukan satu paslon itu bisa terkendali, bisa diantisipasi, serta segera melakukan tindakan apabila ada kecurangan,” ujarnya.

Demikian pula dengan KPU, lanjut dia, jangan sampai ada pemilih ganda serta pemilih fiktif, sehingga dapat menguntungkan salah satu paslon.

“DPT (Daftar Pemilih Tetap) sampai ini masih banyak yang ganda. Berdasarkan pernyataan KPU, mereka tidak akan mendistibusikan Formulir Model C6 dobel, hanya satu C6 untuk setiap pemilih.

Namun yang perlu kita jaga, jangan sampai C6 ini yang disalahgunakan oleh penyelenggara. Itu paling kita  khawatirkan,” sambungnya.

Ia juga berharap, masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan money  politic maupun intimidasi dalam birokrasi pemerintahan.

Menurut dia, masyarakat harus benar-benar memilih berdasarkan pilihan hati nurani.

“Beranilah untuk menyampaikan sebuah sikap. Saya kira negara kita sudah negara demokrasi, bukan lagi harus takut dengan cara-cara intimidasi, premanisme, cara-cara yang tidak elegan,” ungkapnya.

“Saya kira kita sepakat bahwa Kota Kendari ini kita mencari figur pemimpin, bukan penguasa.

Biarkanlah masyarakat Kota Kendari memilih sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Oleh karena itu, saya kira menjadi pendidikan politik cerdas bagi masyarakat Kota Kendari untuk menilai siapa pemimpin yang lebih ideal,” tutupnya. (cr6)

To Top