Headline

Tak Program Inovatif dan Berkarakter

Muh Najib

Senada dengan dengan Dr Eka Suaib, pakar komunikasi politik Dr Muh Najib Husain MSi menilai, program-program yang disampaikan paslon masih biasa-biasa saja. “Tak ada program inovatif, kreaktif dan berkarakter yang dipaparkan, sehingga benar-benar menjadi unggulan dalam membangun Kota Kendari,’ kata Najib melalui telepon selulernya mengomentari proses debat Cawali, Selasa (31/1).

Dari proses debat, Najib sangat menyayangkan setingan debatnya dimana masing-masing paslon ditanyai dengan pertanyaan berbeda dari tiga tema yang ditentukan KPU. Menurutnya, harusnya ada pertanyaan yang sama diajukan kepada seluruh paslon sehingga kita dapat melihat perspektif berbeda dari pandangan para calon dari persoalan yang sama.

“Kalau masing-masing paslon pertanyaan berbeda, tentu jawaban dari masing-masing paslon juga berbeda, sehingga kita tidak bisa membedakan secara benar dalam menjawab persoalan yang ada,” ujarnya.

Dari segi kemampuan komunikasi para paslon menunjukan peningkatan dibanding pada debat pertama, tapi dia menyayangkan saat debat para paslon tidak tajam dalam mengajukan pertanyaan. Apalagi ketika moderator mempersilahkan paslon yang bertanya untuk mempertajam pertanyaannya malah menjelaskan programnya.

“Sangat disayangkan proses debat tapi tidak tajam pengajuan pertanyaan dari masing-masing paslon. Bahkan jawaban atau penjelasan paslon justru tidak menjawab pertanyaan yang diajukan,” ujarnya.

Bukan saja itu, terjadi juga pengulangan pertanyaan dari para paslon. Dia mencontohkan, paslon nomor tiga mempertanyakan rasionalisasi PBB kepada paslon nomor satu. Setelah giliran paslon nomor dua (ADP-Sul), juga kembali mempertanyakan yang sama kepada paslon nomor satu. “Ini sebenarnya blunder, harusnya mengajukan pertanyaan yang berbeda,” katanya.

Sejauh mana proses debat mempengaruhi pemilih? Menurut mantan aktivis HMI ini, tidak akan signifikan mempengaruhi pilihan pemilih baik itu kelompok pemilih yang belum menentukan pilihannya maupun pemilih yang akan beralih pilihannya. (m2/lex)

To Top