Polisi Selidiki Penemuan Mayat Pria Bersimbah Darah di Kelurahan Bende – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Selidiki Penemuan Mayat Pria Bersimbah Darah di Kelurahan Bende

Ketgam: Evakuasi dilakukan Polsek Baruga terhadap temuan mayat di Kelurahan Bende, Selasa (31/01). (Rull/BKK)

KENDARI, BKK- Sesosok mayat pria paruh baya ditemukan bersimbah darah, di sebuah pondok di Jalan Brigjen Majid Joenoes Kelurahan Bende Kecamatan Kadia Kota Kendari, Selasa (31/1) pukul 07.45 Wita.

Belakangan, jenazah diidentifikasi sebagai Densi Lasa (50), akrab disapa Densi.

Saksi mata, Amir Hamzah (58), kepada wartawan koran ini menuturkan, mayat ditemukan sekitar pukul 07.45 pagi, ketika ia mendengar teriakan anaknya yang masih bocah, yang melaporkanya kepada isterinya.

“Pas mamanya pergi lihat juga, adami tertutup kain, baru ada darah di sampingnya. Dia gemetarmi juga mamanya, di lari pergi panggil saya,” kata Amir Hamzah.

Dalam keadaan panik, isterinya berlarian mencari dirinya, dan tidak sengaja bertemu tetangga yang bernama Yani. Si isteri pun langsung meminta tolong kepada Yani untuk segera menghubungi pihak kepolisian.

Menurut Amir, pada malam hari sebelum penemuan mayat itu tidak ada kejadian-kejadian aneh.

Bagi Amir, Densi dikenal sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sosok pria pendiam dan penyendiri itu juga dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan.

Kata dia, jarang ada orang lain yang berkomunikasi dengan Densi.

Densi adalah lelaki kelahiran Mandar, dan seorang muslim. Ia juga merupakan seorang guru yang mengajar biologi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kendari.

Akhir-akhir ini Densi sudah jarang ditemui pergi mengajar, karena mengidap kelainan jiwa.

Pemilik warung makan ini melanjutkan, sejauh yang ia ketahui, Densi juga memiliki rumah di Wuawua, namun sejak bercerai dengan iterinya, Densi memutuskan menumpang untuk membuat gubuk tepat di samping kiri rumahnya, yang dinding rumah Densi bersambung dengan rumahnya.

“Biar anaknya takut ketemu dia (Densi),” tuturnya.

Hal senada dikatakan Samsir (58), kakak kandung Densi membenarkan adanya kelainan jiwa pada adiknya.

Hal itu yang menyebabkan Densi yang punya rumah di bilangan Wuawua pindah ke Kelurahan Bende.

Menurut Samsir, Densi sudah mengalami kelainan jiwa sejak sekitar 10 tahun yang lalu.

Samsir mengakui, sudah sejak lama ia tidak bertemu dengan adik kandungnya itu. Ia juga kaget mendengar kabar ada penemuan mayat dan itu adalah adiknya.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tiswan dikonfirmasi soal ini menerangkan, dugaan sementara korban meninggal akibat luka di bagian kepala.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui motif meninggalnya secara pasti,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah benda untuk dijadikan barang bukti, salah satunya adalah parang.

“Memang di TKP kami temukan banyak ceceran darah, namun untuk menyimpulkan apakah penyebab kematiannya akibat penganiayaan atau lainnya, itu belum bisa kita simpulkan,” papar Tiswan.

Korban setelah itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. (p11-cr5/iis)

To Top