PGRI: Pemotongan Gaji Guru Murni untuk Simpanan – Berita Kota Kendari
Pendidikan

PGRI: Pemotongan Gaji Guru Murni untuk Simpanan

Halim Momo

KENDARI, BKK- Pemotongan gaji guru SMA dan SMK di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjadi simpanan pokok koperasi Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebesar Rp 100 ribu akan mulai berlaku di 2017 ini. Program ini pun menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak, utamanya para guru.

Menanggapi hal tersebut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sultra, Halim Momo  mengaku sudah mengambil langka simpatik  dan mempelajari kronologis pemotongan gaji guru tersebut.

Ie menjelaskan, dari hasil penelusuran pihak PGRI, potongan tersebut merupakan murni simpanan kekayaan guru SMA dan SMK di Sultra. Guru yang bersangkutan kapan saja bisa mengambil simpanannya itu,  bila sudah tidak menjadi anggota koperasi.

“Mereka tidak bisa dipaksa untuk masuk dan keluar koperasi dan tidak mengikat,”ujarnya, Selasa (31/1)
Dana yang telah dikeluarkan para guru untuk menjadi simpanan tersebut, bebernya,  sementara waktu dibekukan di Bank Sultra, sampai adanya sosialisasi koperasi Dikbud Sultra kepada para kepala sekolah, serta guru yang akan memulai program baru tersebut.

“ Saya menilai, terjadinya pro kontra akibat kesalahan yang berada di dua belah pihak, dimana pihak koperasi belum maksimal di dalam mensosialisasikan program tersebut dan  guru terlalu cepat mengumumkan ke media hal yang belum diketahui secara pasti ini. Harapan saya agar masalah ini tidak berlarut-larut  dan diselesaikan dengan sejelas-jelasnya,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Bagian Perencanaan Ombudsman Republik Indonesi  (ORI) perwakilan Sultra, Ahmad Rustam SH MSi mengatan, pihak terkait pada prinsipnya tidak boleh mengikat  dan memaksanakan guru untuk masuk di dalam anggota kelompok koperasi. Bagi guru yang ingin bergabung itu tidak menjadi masalah.

“Yang menjadi masalah adalah apabila guru tersebut masuk koperasi yang sifatnya dipaksa,” ujarnya.

Pemotongan gaji tersebut pun, lanjutnya, boleh saja dilakukan dengan catatan harus adanya persetujuan dari anggota kelompok tersebut. Bila tidak, sebaiknya jangan dilakukan.

“Kami dari ORI akan melakukan pemanggilan kepada Kadis Dikbud Sultra Jumat mendatang untuk melakukan klarifikasi mengenai pemotongan gaji guru  itu,” pungkasnya. (p12/nur)

To Top