Debatnya Seru, Pendukung Riuh – Berita Kota Kendari
Headline

Debatnya Seru, Pendukung Riuh

Para paslon saat mengikuti debat yang
dipandu moderator Widya Saputra

KENDARI, BKK – Debat publik calon walikota dan wakil walikota yang berlangsung di Hotel Grand Clarion Kendari, Selasa (31/1) tadi malam berlangsung seru, tapi sayangnya gagasan dan program yang disampaikan paslon tak ada yang baru.

Yel-yel dan riuh penonton terus mewarnai proses debat sejak awal berlangsung, sehingga moderator  Widya Syaputra beberapa kali berusaha menenangkan pendukung ketiga paslon.
Dalam debat yang disiarkan live MetroTV, diawali dengan pembacaan puisi dosen  Universitas Halu Oleo (UHO) Irfan Ido, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah itu masing-masing pendukung  paslon diberikan kesempatan menyanyikan yel-yel masing-masing. Sayangnya paslon nomor dua, Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) terpaksa dilewati dengan alasan tim pendukung terlambat datang.

Pada sesi pertama masing-masing paslon diberikan kesempatan memaparkan visi, misi dan programnya terkait tiga tema yang diberikan KPU.

Namun dalam pemaparan ini tampaknya ketiga paslon tak ada hal baru yang dipaparkan, bahkan terkesan serupa, misalnya mengenai pembangunan infratsruktur, kesinambungan program antara kota, provinsi, dan nasional.

Paslon nomor urut satu Abdul Rasak – Haris memaparkan program seratus hari pertama kelak yakni melakukan rasionalisasi nilai PBB dan retribusi yang menurutnya, nilai saat ini terlalu memberatkan rakyat.

Sedangkan paslon ADP-Sul mengangkat programnya pembangunan Kota Kendari berbasis IT dan ekologi. ADP memaparkan ke depannya semua  proses pelayanan Pemkot melalui sistem digitalisasi, sehingga warga bisa dapat melakukannya melalui androit maupun smartphone.

“Pelayanan perizinan bukan saja dilakukan satu pintu, tapi ke depan melalui sistem digital, sehingga bisa memudahkan masyarakat,” kata ADP.

Sementara paslon nomor tiga, Moh Zayat – Suri Syahriah mengangkat isu APBD dari rakyat untuk rakyat. paslon dengan tagline Solusi ini menegaskan, bahwa APBD anggaran dari rakyat harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Dia juga kembali menyuarakan program pendidikan gratis. “Jika kami terpilih, namanya pendidikan benar-benar gratis, tidak seperti sekarang ini masih ada uang bangku, uang pintu, dan juga mungkin uang jendela,” katanya.

Ketika sampai segmen debat sesama paslon, paslon nomor dua dan paslon nomor 3 menyerang paslon nomor satu dengan pertanyaan tentang rasionalisasi pajak. Namun pertanyaan itu dijawab oleh Rasak bahwa  rasionalisasi PBB untuk keadilan bagi masyarakat.

Dia mencontohkan, jika seorang warga yang berprofesi tukang becak, tapi memiliki tanah yang berada di kelas satu dengan NJOP yang tinggi, maka tentu dia tak akan mampu membayar PBB, sehingga perlu ada kebijaksaan pemerintah terhadap warganya.

Sementara paslon nomor dua (ADP-Sul) menyerang paslon nomor 3 (Zayat- Syahriah) mengenai penanganan dari anak jalanan yang ada di Kota Kendari. Namun dijawab Syahriah dan ditambahkan, Zayat, bahwa pemkot harus hadir dalam mengatasi anak jalanan.

“Jangan seperti sekarang ini Kota Kendari sebagai kota layak huni, tapi masih banyak anak jalanan. Kalau saya jadi walikota maka semua anak jalanan akan saya sekolah, sehingga tak ada lagi yang berkeliaran di lampu merah,” ujarnya.

Sementara itu paslon nomor tiga menyerang paslon nomor dengan pertanyaan mengenai penanganan teluk Kendari dan banjir dalam Kota Kendari.

ADP menjelaskan, pembangunan teluk Kendari saat ini bukan reklamasi tetapi reviatlisasi, sehingga ada beberapa program yang ada di dalamnya, yang kesemuanya bisa menjadi pusat wisata dan ekonomi kreaktif.

“Kita akan bangun wisata Bahari di Teluk Kendari berupa kolam ikan,” ujarnya.

Usai melakukan debat, para calon walikota berfoto bersama dengan saling bergandengan tangan, lalu bersalaman dan cipika cipiki.

Dalam pengamanan proses debat, Polres Kendari menurunkan sebanyak 300 personil keamanan dari Kepolisian Resor (Polres) Kendari ditambah 10 orang dari tim Gegana Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.(m2/lex)

To Top