60 Persen Kebakaran di Kendari akibat Arus Pendek – Berita Kota Kendari
Beranda

60 Persen Kebakaran di Kendari akibat Arus Pendek

Foto: Junaidin Umar. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Selain banjir, Kota Kendari juga rawan musibah kebakaran. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kebakaran Kota Kendari Junaidin Umar mengatakan, musibah kebakaran menurun pada 2016.

Di 2015 lalu, musibah kebakaran tembus diangka 150 kali kejadian, dan pada 2016 kurang lebih 100 kali kejadian.

“Untuk titik yang paling rawan terjadi kebaran di Kendari pada dasarnya semua sama. Hanya saja tingkat kesulitan yang berbeda, seperti lokasi yang padat huni, seperti Kecamatan Mandonga dan Kendari Barat dan juga Kecamatan Poasia. Sehingga, kami agak kesulitan mengantisipasinya,” ungkap Junaidin Umar, Selasa (31/1).

Dikatakannya, pada umumnya sekitar 60 persen terjadinya kebakaran disebabkan karena akibat arus pendek. Sisanya, kata dia, macam-macam, ada yang disebabkan karena puntung rokok dan gas.

“Kita tidak pernah berhenti untuk menyampaikan kepada warga agar mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran,” paparnya.

“Karena apa bila suda terjadi kebakaran sangat sulit untuk dipadamkan. Olehnya itu kita mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kota Kendari untuk senantiasa menjaga dan tidak menciptakan peluang terjadinya kebakaran.”

Pasalnya, kata dia, terkadang kebanyakan orang ketika meninggalkan rumah tidak memastikan apakah kompornya yang di dapur dan lampu sudah dipastikan mati atau belum.

“Kendalanya kita selama ini, belum adanya koordinasi dengan pihak-pihak lain, karena banyak yang beranggapan bahwa penanggung jawab kebakaran hanyalah kita semata.”

“Selama ini yang selalu membantu kami di lokasi kebaran dari pihak kepolisian. Padahal, kami sangat harapkan peran serta dari pihak PLN, sebab ketika kita berada di lokasi kejadian, listriknya masih menyala,” ujarnya.

Ia berharap, semoga ke depan pihak PLN bisa menyesuaikan.

“Mobil kebakaran yang kami miliki sebanyak 10 unit. Sebenarnya kita masih mengharapkan bantuan mobil kebakaran, apa lagi bangunan yang ada di Kota Kendari sudah berkembang atau bertingkat, sehingga kita mengalami kesulitan untuk memadamkannya.”

“Semoga pemerintah daerah (pemda) setempat bisa memungkinkan untuk mengadakan mobil tangga.

Terlebih, mobil tangga ini juga multi guna. Selain untuk memadamkan dia juga berfungsi untuk evakuasi orang-orang yang tertinggal di lantai-lantai tinggi,” tambahnya. (cr6/iis)

To Top