Headline

Polres Konawe Bekuk Wanita Pengedar Sabu

IRMAN/BKK
Polres Konawe berhasil menangkap pengedar sabu, salah satunya adalah seorang wanita, Fitriani (37).

UNAAHA, BKK- Naas nasib  Fitriani (37) warga Kelurahan Tuoy  Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe. Terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolres Konawe. Meninggalkan  tiga orang anaknya.

Wanita paruh bayah ini ditangkap di rumah orang tuanya, pada Kamis (26/1) sekitar pukul 01:00 Wita. Lantaran menyimpan, mengedar dan mengkonsumsi barang haram yang diduga obat jenis narkotika atau sabu.

“Lima saset serbuk kristal bening 1,74 gram, serta beberapa alat bukti lainnya,” ungkap Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konawe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaedi, Senin (30/1/2017).

Dikatakan, penangkapan tersangka bermula dari adanya informasi masyarakat yang mulai resah karena di sekitar tempat tinggalnya  kerap dijadikan tempat pesta narkotika oleh tersangka.

Penyidik kemudian mulai melakukan penyeledikan seraya memantau lokasi yang dimaksud. Namun pihaknya sempat kesulitan menangkap pelaku karena kerap berpindah-pindah.

“Tersangka merupakan pengedar  sabu yang selama ini beraksi di wilayah Konawe dan Kolaka,” ujarnya.

Setelah hampir sepakan diintai, pihaknya kemudian mendapat informasi akurat bahwa yang bersangkutan (tersangka) berada di rumah orang tuanya. Penyidik langsung menggerebek TKP.

Alhasil ditemukan beberapa alat bukti yakni sabu, satu buah timbangan digital, korek api, uang tunai sebesar Rp 300 ribu.
Dua buah firex, satu jarum sumbu, 34 saset bungkusan kosong, dua pipet putih, lima pipet bening. Dan satu unit hendphone.

“Tersangka juga masih dalam pengaruh barang haram ini. Karena belum lama menkomsumsi,” paparnya.

Tersangka langsung digiring di Mapolres. Bersama barang bukti. Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku  selain menkonsumsi, juga mengkomersilkan (menjual) barang haram ini. Dan sudah menjelang dua tahun terakhir ini menggeluti usaha itu.

Ia mengaku, pengakuan tersangka saat ini menjadi rujukkan untuk mengembagkan jaringan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Sedangkan barang bukti lima saset yang berisikan serbuk  kristal masih berada di laboratorium forensik Makassar untuk di cek keasliannya. Dan kami sudah menerima informasi dari sana bahwa urin dan kristal tersebut positif narkotika,” imbuhnya.

Atas perbuatan tersebut tersangka terjerat pidana  pasal  114 ayat satu atau pasal 112 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 huruf A jo pasal 148 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman masing-masing minimal 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar.  (cr4/lex)