58 Surat Suara Pilwali Rusak – Berita Kota Kendari
Suksesi

58 Surat Suara Pilwali Rusak

ilustrasi

KENDARI, BKK – Beberapa hari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari telah menerima sebanyak 186.152 surat suara untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwali) dari perusahaan percetakan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun, dari hasil penyortiran, ditemukan sebanyak 58 lembar kertas suara rusak.

Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu mengatakan, terkait dengan jumlah surat suara tersebut, KPU Kota Kendari akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan percetakan untuk melakukan pergantian. Itu pun harus selesai dilakukan sebelum pemungutan suara 15 Februari mendatang.

“Kalau seandainya jumlah 58 surat suara yang rusak itu bagian dari jumlah yang dicetak berdasarkan DPT dikali 2,5 persen per TPS, maka itu harus diganti dan yang menggantinya itu adalah pihak percetakan sebelum hari pemungutan suara,” jelas Hayani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/1).

Dijelaskannya, sebelum pendistribusian logistik dimulai  ke masing-masing PPK dan PPS se-Kota Kendari, pihaknya terlebih dahulu melakukan penyortiran untuk memastikan kerusakan-kerusakannya. Untuk mengganti jumlah surat suara yang rusak, kata dia, akan dibulatkan berdasarkan ketentuan yang dibutuhkan.

“Misalnya dari hasil 300 lembar kertas suara per TPS itu dikali 2,5 persen itu hasilnya 7,5. Secara tidak langsung itu maka akan dibulatkan menjadi delapan lembar. Pembulatannya itu harus ke atas bukan ke bawah. Hal itu dikhawatirkan terjadinya kekurangan kertas suara dalam proses pemungutan suara nantinya,” ungkap Teo sapaan akrabnya.

Saat ini pun, KPU Kota Kendari tengah melakukan proses pelipatan dan pengepakan. Teo berharap, dalam pendistribusian logistik nanti, semua berjalan dengan lancar demi mensuksekan Pilwali Kendari. Dirinya juga memastikan, lima hari sebelum dimulainya perhitungan suara, seluruh persiapan logistik pilwali telah dituntaskan.

Pendistribusian logistik itu sendiri ke masing-masing PPK dan PPS, tambahnya, akan dilakukan 14 Februari yakni satu hari sebelum dimulainya pemungutan suara. Pendistribusian ke masing-masing TPS akan dilakukan 15 Februari  saat subuh hari.

“Kami juga memberikan kesempatan kepada tim logistik untuk merampungkan seluruh tugas-tugasnya untuk kemudian disitribusikan dengan aman dan sesuai dengan jumlahnya sesuai dengan yang dibutuhkan masing-masing TPS,” pungkasnya. (m2/nur)

To Top