Tiga Tersangka Korupsi WSK Segera Dikirim ke Pengadilan – Berita Kota Kendari
Beranda

Tiga Tersangka Korupsi WSK Segera Dikirim ke Pengadilan

KENDARI, BKK– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap melimpahkan ke pengadilan berkas perkara tiga tersangka dugaan korupsi pembangunan Water Sport Kendari (WSK).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Sultra Janes Mamankey menerangkan itu saat dikonfirmasi via telepon genggamnya, Minggu (29/1).

Ia menuturkan, berkas tiga tersangka yang dimaksud yakni Kepala Dinas Pariwisata Zainal Koedoes, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aswad Laembo, dan Andi Natsir selaku kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

“Berkas ketiganya sudah rampung dan kita siap untuk melakukan pelimpahan untuk disidangkan,” terangnya.

Ketiganya, lanjut dia, dijerat dengan Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kita menjerat mereka dengan undang-undang tindak pidana korupsi yang hukumannya di atas lima tahun penjara,” jelasnya.

Janes juga menegaskan, untuk waktu pelimpahan berkas tiga tersangka dugaan korupsi WSK ke Pengadilan Tipikor Kendari, rencananya akan dilakukan dalam minggu ini.

“Dalam waktu dekat kita akan limpahkan, dan itu rencananya minggu ini,” bebernya.
Diketahui, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap orang yang paling bertanggung jawab dalam pelaksaan pembangunan proyek tersebut.

“Modusnya itu, ada beberapa item pekerjaan yang tidak terlaksana, pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasinya, serta ada pekerjaan yang seharusnya tidak ada tetapi diadakan hanya untuk mencairkan anggaran. Bahkan pencairan biaya perawatan yang tidak sesuai dengan model pekerjaan,” beber Janes, beberapa waktu lalu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui hasil kerugian negara yang dilakukan ketiga tersangka mdalam pembangunan pekerjan water sport mencapai Rp 300 juta lebih.

“Pekerjaan pembangunan itu tidak sesuai dengan hasil yang dilaporkan. Dari hasil anggaran pembangunan yang bersumber dari APBN berjumlah Rp 3,3 miliar, negara mengalami kerugian Rp 300 juta lebih.

Proses pencairannya pun seharusnya belum terbayarkan tetapi telah dibayarkan yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tutupnya. (cr5/iis)

To Top