SFA Kokekoke Tuai Apresiasi Dunia ***Kolaka Utara Bisa Jadi Kabupaten Layak Anak – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

SFA Kokekoke Tuai Apresiasi Dunia ***Kolaka Utara Bisa Jadi Kabupaten Layak Anak

LUIS/BERITA KOTA KENDARI
Ilustrasi FSA Kokekoke di Kolaka Utara.

LASUSUA, BKK– Keberadaan Sekretariat Forum Anak Kokekoke, Kolaka Utara, akhirnya mendapatkan pengakuan dunia. Informasi membahagiakan ini disampaikan oleh  Konsultan Anak dari Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kurniasi Zulhadji kepada media, beberapa waktu lalu.

Kurniasi mengungkapkan, dalam Konferensi Anak Dunia ke-8 yang dihelat di University College di Ghent, Belgia, proyek SFA Kokekoke ini menjadi pembicaraan para peserta. Dia menjelaskan, konferensi ini merupakan sebuah proyek bersama Anak di Yayasan Kota dan Jaringan Eropa Kota Ramah Anak (ENCFC).

“Saya optimis setelah pemaparan Pak Bupati di Belgia dan melihat langsung bagaimana FSA ini, Kolaka Utara kelak mampu menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA),” kata Kurniasi Zulhadji, usai rapat kordinasi penyusunan rencana aksi daerah kabupaten layak anak di aula Kantor Bupati, Jumat (27/1).

Menurus Kurniasih untuk seluruh kota/kabupaten yang ada di Indonesia, 302 kabupaten/kota diantaranya telah menerima penghargaan. Namun belum ada satupun kota/kabupaten yang menyandang predikat sebagai KLA. Hanya berkategorikan Menuju KLA.

“Ada empat tingkatan kategori penghargaan yakni Penghargaan Pratama, Madia, Nindia dan Penghargaan KLA. Untuk di Indonesia baru 3 kabupaten dan kota yang meraih penghargaan Nindia yakni Kota Surakarta, Kota Surabaya dan Kota Denpasar dengan nilai di atas 800,” katanya.

Untuk mendapatan penghargaan KLA dari pemerintah pusat, setidaknya harus memenuhi 31 indikator. Salah satunya adalah penyusunan rencana aksi daerah yang menjadi acuan dalam pengembangan kabupaten/kota layak anak.

“Untuk Kolaka Utara sendiri, dari hasil pemantauan dan evaluasi, semua sudah baik dan benar. Hanya tinggal kelengkapan data yang sebenarnya sudah ada tetapi masih harus dikumpulkan. Dan ini dibutuhkan koordinasi semua SKPD. Selain itu sekretariat anak ini harus difungsikan sebagaimana mestinya, yakni menjadi wadah partipasi anak dalam bermain, belajar dan memberikan peran dalam penyusunan program Pemda,” papar Kurniasih.

Poin penting lainnya yang harus dimiliki, adalah kawasan bebas rokok. Poin ini sebenarnya sudah ada, namun belum terdata berapa jumlahnya.

“Kalau saya pribadi, lebih senang dengan tanpa penghargaan. Yang penting program KLA ini jalan terus. Tanpa penghargaan pun program ini bisa jalan namun untuk mewujutkan KLA ini, dibutuhkan komitemen yang tinggi semua pihak,” imbuhnya.

Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud dalam pemaparannya  mengungkapkan, setiap anak lahir dengan memikul tanggung jawab sebagai penerus bangsa, maka anak perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, sosial dan berakhlak mulia. Pemerintah dalam hal ini harus konsisten untuk mewujudkan dan menjamin kesejahteraan anak tersebut.

“Setiap anak dilahikan dan diciptakan dengan kemampuan yang berbeda, yang harus dituntun dan diarahkan secara baik dan benar, serta menjamin fasilitas dalam menyalurkan kreatifitas anak. Ini menjadi tanggungjawab semua pihak yang diawali dari keluarga yang harus memberikan rasa aman dan nyaman anak dalam beraktifitas,” turur Rusda.

Rusda meminta semua SKPD dan dunia usaha untuk bersama mewujudkan Kolaka Utara sebagai KLA dalam tiga tahun mendatang. Caranya adalah dengan komitmen yang tinggi dan perencanaan yang baik dan benar. (k6/aha)

To Top