Semoga Damai, Kampanye Akbar Dua Paslon Bersamaan # Paslon Nomor 3 Protes, Nilai KPU Tak Tegas # Ketua KPU: Jadwal Kampanye Bukan Berdasar Nomor Urut – Berita Kota Kendari
Headline

Semoga Damai, Kampanye Akbar Dua Paslon Bersamaan # Paslon Nomor 3 Protes, Nilai KPU Tak Tegas # Ketua KPU: Jadwal Kampanye Bukan Berdasar Nomor Urut

Data Pelaksanaan Kampanye Akbar Cawali Kendari:
1. Abdul Rasak – Haris Surahman 8-2-2017 Lapangan Benu Benua
2. ADP – Sulkarnain 11-2-2017 Lapangan Benu Benua
3. Moh Zayat – Suri Syahriah 11-2-2017 Alun-alun Ex MTQ

KENDARI, BKK – Pelaksanaan kampanye akbar pasangan calon wali kota dan wakil walikota Kendari dipastikan dipastikan berlangsung bersamaan antara paslon nomor urut dua (Adriatma Dwi Putra – Sulkarnain) dengan paslon nomor urut tiga Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Syahriah).

Kedua paslon akan bersamaan melakukan kampanye akbar pada 11 Februari mendatang, menyusul ngototnya paslon nomor urut 2, Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) untuk menyelenggarakan kampanye di hari tersebut. Padahal sebelumnya, paslon ini mengajukan jadwal kampanyenya pada 10 Februari.

pada 11 Februari 2017 mendatang akan mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan antara sesama tim pendukung paslon. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu mengatakan, penetapan jadwal kampanye akbar dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Kendari tidak berdasarkan nomor urut paslon.

“Jadwal kampanye diatur berdasarkan pembagian kecamatan yang berbeda, bukan pembagian hari sehingga jadwal kampanye akbar di hari yang sama tak bisa dihindari jika itu setiap paslon menginginkan asalkan di kecamatan berbeda. Jadwal kampanye itu sudah dibahas secara bersamaan dengan masing-masing tim pemenangan sejak dimulainya awal kampanye di tahun 2016 lalu,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Ia menambahkan, sebelumnya KPU Kota Kendari telah melakukan rapat koordinasi bersama sesama tim pemenangan paslon dan pihak kepolisian untuk melakukan mediasi sesama tim paslon dalam pelaksaan kampanye akbar dihari yang sama. Namun, kata dia, kedua tim pemenangan tersebut tidak ada yang mau mengalah. Sehingga KPU Kota Kendari menetapkan jadwal kampanye kedua paslon dihari yang sama tetapi dengan menggunakan tempat yang berbeda.

“Kami tidak bisa memaksa salah satu paslon untuk mengalah atau memilih jadwal hari lain. Karena pada dasarnya kampanye pada hari yang sama itu diperbolehkan tetapi harus dengan tempat berbeda. Paslon nomor urut 2 akan melakukan kampanye akbar di Lapangan Benu-Benua sementara untuk paslon nomor urut 3 bertempat di alun-alun ex-MTQ,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan dilaksanakannya kampanye akbar dihari yang sama oleh dua paslon, sehingga KPU Kota Kendari akan terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Kendari dalam melakukan pengamanan kampanye akbar nantinya. Baik itu, sebelum dimulainya sampai selesainya kampanye.

Sebelumnya, Juru bicara (Jubir) Zayat-Syahriah, Umar Bonte mengatakan, Kami melihat sejauh ini sikap KPU Kota Kendari kurang tegas dalam hal mentapkan jadwal dan waktu kampanye akbar dari ketiga masing-masing paslon. Mereka sama sekali tidak mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan proses politik yang selama berjalan baik.

“Sebenarnya proses yang telah berjalan sangat baik ini, jangan dikotori oleh orang-orang tertentu hanya dengan kepentingan pribadi mereka. Kami selama ini sudah sangat teratur. KPU sudah mengeluarkan jadwal kampanye itu juga kami sudah teratur dan selama ini kami juga sudah ikuti jadwal pencabutan nomor urut dari KPU Kota Kendari dan kami ada di posisi nomor 3 yang segala sesuatunya itu berdasarkan nomor urut dan seharusnya dalam kampanye akbar itu hari terkhir adalah hari kami,” cetusnya.

Bahkan dirinya juga menuding ada keberpihakan di kubu KPU Kota kendari dalam mengambil keputusan untuk menetapkan jadwal kampanye akbar nantinya. Pasalnya, kata dia, jika paslon nomor urut 2 melakukan kampanye akbar selain tanggal 11 Februari nanti, Juru Kampanye (Jurkam) tidak bisa menghadirinya.

“Kenapa KPU dalam mengambil keputusan harus berdasarkan keputusan jadwal jurkam paslon lain. Disinilah kami merasa ada apa sebenarnya itu di kubu KPU Kota Kendari dan kesannya semata-mata lebih mementingkan kepentingan paslon lain dari pada keteraturan selama ini yang telah dibentuk,” kesalnya. (m2/lex)

To Top