LKIK dan PPNI Bentuk Keperawatan Komplementer – Berita Kota Kendari
Beranda

LKIK dan PPNI Bentuk Keperawatan Komplementer

Ketgam: Penanda tanganan MoU antara PPNI dan LKIK dalam program keperawatan komplementer yang digelar di Hotel Kubra Kendari, Minggu (29/01). (Faisal/BKK)

KENDARI, BKK– Lembaga Kajian Ilmu Keperawatan (LKIK) Indonesia bekerja sama dengam Persatuan Perawat Seluruh Indonesia (PPNI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk keperawatan komplementer.

Ketua LKIK Sultra Suwandi mengatakan, kerja sama yang dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kompetensi perawat.

Ia menilai, Sultra yang tiap harinya menghasilkan sekitar 2 ribu lulusan sekolah kesehatan, makin susah mencari lapangan kerja.

“Sangat disayangkan, mereka (alumni kesehatan, red) hanya melirik satu kesempatan kerja, yaitu PNS, yang notabanenya 20 persen pun tidak sampai dari yang ditargetkan pemerintah,” kata Suwandi, saat ditemui usai workshop di Hotel Kubra Kendari, Minggu (29/01).

Suwandi menambahkan, program keperawatan komplementer dilakukan untuk membuka pemahaman mahasiswa maupun alumni keperawatan agar tidak berharap penuh untuk dipekerjakan oleh pemerintah.

Program ini dimaksudkan agar para alumni keperawatan dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri serta untuk orang lain dengan keterampilan.

Sementara, Ketua PPNI Sultra Heryanto menuturkan, memorandum of understanding (MoU) yang dibangun bersama LKIK sudah sesuai dengan program operasional PPNI, yaitu pendidikan keperawatan berkelanjutan.

Untuk itu, pendidikan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi daerah yang ada di Sultra. Sebab, menurut dia, kondisi Sultra saat ini membutuhkan perawat-perawat yang bisa membuka praktik mandiri.

“Dari 600 lebih data PPNI yang terdaftar di sini, yang online, 63 persen itu tenaga sukarela; suka bekerja, rela tidak digaji. Ini kan suatu pembodohan,” ungkapnya.

Haryanto menjelaskan, untuk meningkatkan kompetensi keperawatan, pihaknya gencar menyelenggarakan pendidikan keperawatan berkelanjutan, baik melalui seminar-seminar serta pelatihan-pelatihan terkait skill tertentu.

“Pertama kita harus melukan peningkatan sumber daya manusia (SDM), yaitu dengan mengedepankan mutu, tidak hanya banyaknya yang wisuda. Artinya, kualitas dan kuantitas harus sejalan,” tandasnya. (p11/iis)

To Top