Kadin: Ekonomi Sultra Tahun Ini Akan Kembali Seperti 2010-2011 – Berita Kota Kendari
Beranda

Kadin: Ekonomi Sultra Tahun Ini Akan Kembali Seperti 2010-2011

Ketgam: La Mandi SE. (Foto: Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memproyeksi, beroperasinya serentak 4 smelter tahun ini akan menjadi salah satu pemicu munculnya investasi-investasi lain dalam efek domino.

Hal itu diutarakan Ketua Umum (Ketum) Kadin Sultra La Mandi SE, Jumat (27/1) lalu.
Menurut dia, Sultra di 2017 dan selanjutnya akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Beberapa smelter yang berskala besar di Sultra akan beroperasi di 2017 ini. Inilah menurut saya yang akan memicu timbulnya investasi-investasi lainnya. Puluhan ribu karyawan yang bekerja salah satu perusahaan itu jika makan daging ayam, maka itu sangat luar biasa. Tentu yang kita harapkan pemerintah daerah (pemda) harus menyikapinya dengan sigap, terutama juga pengusaha-pengusaha yang ada di daerah itu,” ujarnya.

Sebenarnya, sambung dia, pengusaha daerah harus bisa melihat peluang besar yang ada, jika smelter di Kabaena berjalan, smelter di Morosi juga berjalan, smelter di Konawe Selatan (Konsel) berjalan, dan smelter di Bombana juga berjalan.

Paling tidak, ujar dia, dari empat smelter yang berjalan dan itu membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan potensi pasar yang banyak pula.

“Inilah menurut saya yang akan menimbulkan efek domino kepada seluruh kegiatan ekonomi masyarakat. Tidak terkecuali petani, nelayan, bahkan sampai kepada perhotelan,” paparnya.

Sehingga, kata dia, berbicara prospek investasi di 2017 hampir di seluruh lini menjanjikan, baik itu peternakan, perkebunan, perhotelan, dan jasa.

“Kita sudah pernah merasakan ini di 2010-2012 saat tambang dieksploitasi, sudah luar biasa pengaruhnya. Apalagi nanti smelter ini. Tentu, sekali lagi pemerintah harus sigap, karena yang dikelola adalah sumber daya alam (SDA) Sultra, jadi harus betul-betul dikontrol,” paparnya.

Ia menyarankan, agar seluruh perizinan yang nanti akan dikeluarkan oleh pemerintah baik di kabupaten maupun provinsi harus lebih selektif.

“Saya juga meminta kepada pihak pemerintah setempat untuk lebih memprioritaskan pengusaha-pengusaha yang ada di daerah, atau paling tidak pemerintah menyarankan agar pengusaha yang berasal dari luar untuk bermitra dengan pengusaha yang ada di daerah,” usul La Mandi.

“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar kita tidak kecolongan, karena kekayaan alam Indonesia yang ada di Sultra dikuras habis oleh investor asing. Yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan negara lain ataupun daerah lain, dan menimbulkan kesengsaraan di daerah kita,” tutupnya. (cr6/iis)

To Top