2 Orang Ditetapkan sebagai Pengedar Sabu-Sabu di Muna – Berita Kota Kendari
Kasuistika

2 Orang Ditetapkan sebagai Pengedar Sabu-Sabu di Muna

Ketgam: Kapolres Muna Yudith S Hananta didampingi Wakapolres Rofikoh Yulianto beberapa waktu lalu saat menggelar konpres berkait kasus penangkapan 7 orang dalam pesta sabu-sabu. (Foto: Fitri/BKK)

RAHA, BKK– Polisi menetapkan dua orang tersangka berstatus pengedar dalam kasus 7 orang ditangkap saat pesta sabu-sabu di Jalan Kasuari, Raha, ibu kota  Kabupaten Muna, Senin (23/1) lalu. Selebihnya, teridentifikasi hanya sebagai pengguna.

Status pengedar dan pemilik sabu-sabu disematkan pada tersangka berinsial L (36) dan M (37).

Demikian tertuang dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP)  yang dikirim penyidik Kepolisian Resor (Polres) Muna ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, Kamis (26/1), pekan lalu.

Hal itu diungkapkan kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Muna La Ode Abdul Sofian, Jumat (27/1).

Berkait itu, kedua tersangka pengedar dijerat Pasal 114 dan 112  Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Untuk 5 tersangka lainnya yaitu TS (36), AS (32), TT (38), N alias Y (27), dan AS lias D (16) yang kesemuanya wanita, dijerat  Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam 4 tahun penjara.

Sofian juga menerangkan, Kejari Muna belum menentukan siapa jaksa penuntut umum (JPU) yang akan menangani kasus ini di persidangan.

“Kita belum tentukan JPU kasus ini, karena SPDP-nya baru kita terima. Kemudian, kita masih menunggu (pelimpahan) tahap 2 kasus ini, yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka dari Polres Muna,” terang Sofian.

Diketahui, Polres Muna menangkap 7 orang dan menyita barang bukti antara lain 0.66 gram dan 0.29 gram sabu-sabu. Ada juga 554 lembar plastik pembungkus sabu-sabu, uang tunai Rp 51.904.000.

Kemudian, 8 buah pipet untuk alat isap sabu, 3 timbangan elektronik, 7 sendok takar, 1 buah anjungan tunai mandiri (ATM) BRI, 1 buah ATM BNI, sejumlah bukti transfer dalam jumlah Rp puluhan juta.

Selanjutnya,  7 buah ponsel, 3 buah dompet, 1 buah bong atau alat isap sabu, 3 buah korek gas, dan 32 sachet kosong, 2 buah pembungkus sabu kosong,  3 buah sendok takar dan sebuah buku yang berisikan ratusan nama pembeli. (cr1/iis)

To Top