Pencalonannya Tetap Sah, Tak Ada Pergantian Calon – Berita Kota Kendari
Headline

Pencalonannya Tetap Sah, Tak Ada Pergantian Calon

KENDARI, BKK – Meski telah resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, (25/1), namun status pencalonan Samsu Umar Samiun sebagai calon Bupati Buton masih sah dan tidak mengganggu proses pencalonannya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, Hidayatullah, menjelaskan, status pencalonan Umar Samiun sebagai pasangan calon (paslon) Bupati Buton yang berpasangan dengan La Bakry dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 15 Februari 2017 nanti masih tetap. Namun, sambung lelaki yang akrab disapa Dayat ini, dalam proses menjalankan sisa kampanye nantinya adalah wakilnya sendiri.

“Tetap tidak merubah status pencalonannya sebagai Bupati Buton. Pencalonannya itu masih sah dan tidak bisa dilakukan pergantian paslon karena proses pergantian paslon oleh Partai Politik (Parpol) pendukung kalau 30 hari sebelum pemungutan suara. Yang akan menjalankan sisa kampanye itu adalah wakilnya,” kata Dayat saat ditemui disalah satu warung kopi di Kota Kendari, Kamis (26/1).

Hidayat menjelaskan, sesuai ketentuan PKPU No 9 Tahun 2016 perubahan ketiga PKPU No. 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan pada Psl 88 ayat (1) huruf b bahwa: Paslon Bupati dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan oleh KPU Kabupaten, apabila “Pasangan Calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara”.

“Jadi dapat kami tegaskan karena status Umar Samiun masih tersangkat yang belum memiliki putusan pengadilan yang inckrah maka status sebagai calon Bupati Buton masih sah secara hukum dan tidak ada pergantian calon,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini kertas suara telah dicetak bahkan telah dilakukan penyortiran oleh KPU Buton. Sehingga, dalam perhitungan suara nantinya masih foto Umar Samiun-La Bakry dan kotak kosong dalam kertas suara. Bahkan, kata Dayat, dalam debat nantinya jika Umar Samiun masih juga dilakukan penahanan, maka La Bakry yang bakal melakukan debat.

“Dalam debat Pilkada Buton tetap akan diselenggarakan meski hanya dihadiri oleh pasangannya saja. Terkecuali jika dalam debat nantinya wakilya itu tidak bersedeia melakukan debat. Namun kalau wakilnya tidak bersedeia maka akan dikenakan sanksi dalam bagian pemasangan iklannya,” jelasnya.

Dikatakannya, masyarakat Kabupaten Buton tidak dilarang untuk mensosialisasikan atau mengkapanyekan kotak kosong namun dalam batas-batas yang normal dengan tidak boleh menyinggung sara, tidak melakukan balck capaign dan tidak money politik. Intinya itu meskipun telah ditahan status Umar Samiun sebagai calon Bupati Buton masih masih sah.

Senada dengan Dayat, Pimpinan Bawaslu Sultra, Munsir Salam menegaskan, terhadap tahapan Pilkada Buton tidak ada kaitannya dengan penahanan Umar Samiun dan tidak mempengaruhi proses pencalonannya. Terkecuali, kata dia, kasus yang bersangkutan itu sudah ada putusan hukum tetap (incrah) dari pengadilan dan tidak ada upaya banding lagi.

“Jika putusan pengadilan itu memenuhi syarat untuk menggugurkan status pencalonannya maka calon tersebut harus serta merta digugurkan. Tetapi dalam kasus calon Bupati Buton itu, meski telah ditahan oleh KPK namun untuk tahapan pemilu tetap harus berjalan begitu pula dalam proses debat nantinya tetap akan berjalan meski hanya dihadiri oleh wakilnya saja,” pungkasnya.

Dari Buton dilaporkan, Ketua KPU Buton Alimudin Sikuru menyatakan pelaksanaan Pilkada Buton akan tetap berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Kata dia, selama belum ada keputusan hukum tetap yang dapat membatalkan seseorang menjadi peserta di Pilkada Buton, selama itu pula semua tapahan akan tetap dilakukan, hingga hari H pencoblosan 15 Feberuari 2017 mendatang. Apalagi kata dia, Samsu Umar Abdul Samiun sudah ditetapkan sebagai peserta berpasangan dengan La Bakry.
“Dan sudah kami tuangkan dalam bentuk surat suara. Itu memang menjadi isu sentral di Buton, tapi bagi kami itu tidak akan memberikan pengaruh berlebihan terkait dengan proses tapahan,” katanya menjelaskan.
Diakuinya pula, penahanan Umar Samiun, panggilan akrab Bupati Buton non aktif itu, akan memberi nuansa politik berbeda. Jika ada pengaruh, itu hanya akan terjadi pada pasangan itu sendiri. Misal katanya, saat kampanye keduanya hadir, namun kali ini bisa jadi hanya satu saja yang hadir dan aktif untuk besosialisasi.
Terkait pelaksanaan debat publik yang rencananya akan digelar pada, Kamis (2/2), juga akan tetap dilakukan. Dia juga belum dapat memastikan apakah Umar Samiun akan hadir atau tidak. Hingga Kamis (26/1) KPU Buton belum mendapatkan informasi apapun, baik dari KPK ataupun LO pasangan calon.
Apalagi katanya, persiapan debat publik sudah 100 persen siap, tim panelis dan moderator juga sudah disiapkan. KPU Buton sendiri menghadirkan Usman Rianse dan La Sara dari UHO Kendari, Arifudin dan Kadir dari STAIN Kendari, serta Sumbangan Baja dari Unhas Makassar.
“Kalau nanti yang hadir hanya 02-nya, ya tinggal panelis dan moderator yang akan mendesain acara supaya suasananya hidup,” kata Alimudin. (m2-k2/b/lex)

To Top