Dua Desa di Konsel Terindikasi Terjadi Korupsi Dana Desa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dua Desa di Konsel Terindikasi Terjadi Korupsi Dana Desa

Andoolo, BKK– Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Konawe Selatan (Konsel) Abdillah SH MH  menyatakan, terdapat dua desa yang terindikasi terjadi tindakan korupsi alokasi dana desa (ADD), masing-masing desa tersebut yakni Desa Wonuakongga dan Desa Pundirangga.

Hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) Kejari Konsel, dari beberapa saksi dan masyarakat, salah satu dari dua desa tersebut yakni Desa Wonuakongga telah dinaikan statusnya ke tahap penyelidikan (lidik), sementara Desa Pundirangga masi dalam tahap pulbaket.

“Berdasarkan hasil di lapangan, untuk Desa Wonuakongga kami sudah naikan statusnya ke tahap lidik berdasarkan beberapa bukti keterangan dari masyarakat dan aparat desanya,” terang Abdillah.

Bukti yang sangat kuat sehingga dinaikan ketahap lidik adalah karena Kepala Desa Wonuakongga La Ode Sulema telah terbukti membawa kabur uang desa senilai Rp 270 juta.

Sementara, lanjut Abdillah, untuk Desa Pundirangga yang berada di  Kecamatan Laonti juga terindikasi terjadi korupsi, berdasar hasil pulbaket dari masyarakat bahwa Kepala Desa Pundirangga  atas nama Yuka tidak perna membayarkan gaji honor aparat desanya.

Selain itu, kata Abdillah,  pihak Kejari konsel juga menemukan beberapa laporan dan keterangan adanya beberapa item pekerjaan dari hasil perencanaan desa tersebut yang belum terselesaiakan.

“Ini kita dapatkan dari beberapa keterangan masyarakat Desa Pundirangga yang mau terbuka saat kita wawancarai,” ungkapnya.

Namun demikian, tambah Abdillah, Desa Pundirangga belum bisa dinaikan statusnya saat ini, karena datanya belum lengkap, masih dalam tahap pulbaket.

“Untuk potensi naik ketahap lidik nanti setelah kita turun lapangan, karena harus menyesuaikan apa perencanaannya, bagaimana pelaksanaannya, dan siapa siapa yang melaksanakan,” urai Abdillah. (k8/iis)

To Top