36.000 Lebih Mahasiswa UHO Tak Terdaftar di Kemenristek Dikti *Plt Rektor: Pendataan akan Rampung dalam 2 Bulan – Berita Kota Kendari
Headline

36.000 Lebih Mahasiswa UHO Tak Terdaftar di Kemenristek Dikti *Plt Rektor: Pendataan akan Rampung dalam 2 Bulan

Ketgam : Sejumlah mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung Rektorat UHO, Kamis (26/01), dengan diwarnai aksi bakar ban.
(Faisal/BKK)

KENDARI – Satu lagi masalah peninggalan mantan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof H Usman Rianse terungkap. Sekitar 36.000 lebih mahasiswa UHO ternyata tak terdaftar di pangkalan data website Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Terkait masalah ini, ratusan mahasiswa UHO dari berbagai lembaga internal dan eksternal menggelar aksi unjuk rasa di gedung Rektorat UHO, Kamis (26/1).

Dalam aksinya, sejumlah mahasiswa melakukan aksi bakar ban di teras gedung Rektorat. Awalnya pihak kemanan UHO mencoba menghalangi aksi bakar ban tersebut, namun akhirnya kemanan menyerah karena sejumlah mahasiswa ngotot.

Mereka sengaja melakukan itu agar Plt Rektor Prof Surpadi Rustad menemui mereka.

Aksi saling dorong pun terjadi di di depan ruangan kerja Plt Rektor, dan ketegangan pun meningkat antara pihak keamanan kampus dan sejumlah staf dan dosen UHO yang berhadapan dengan mahasiswa.

Setelah sekitar 20 menit terjadi cekcok dan aksi saling dorong, akhirnya membuat Plt Rektor UHO, Supriadi Ruztad keluar menemui mahasiswa.

Koordinator aksi, Ikhsan Labuan mengatakan, banyak permasalahan dalam institusi UHO terkait pengelolaan jurusan dan mahasiswa.

Dikatakannya, sebanyak 19 fakultas, 254 jurusan atau prodi dan 54.000 mahasiswa yang terdaftar di UHO, namun yang terdaftar di Kemenristek Dikti yakni, 96 jurusan atau prodi, 17.864 mahasiswa.

“Artinya sebanyak 154 jurusan atau prodi dan kurang lebih 36.000 mahasiswa tidak terdaftar di Kemenristek Dikti dan dinyatakan ilegal sebagai mahasiswa,” ungkap Ikhsan

Menanggapi persoalan yang disampaikan mahasiswa, Supriadi menjanjikan pendataan akan dirampungkan dalam 2 bulan kedepan.

Ia mengatakan, sekitar 32 ribu mahasiswa UHO yang tidak terdaftar di pangkalan data Kemenristekdikti merupakan data yang ia temukan pada saat dipercayakan menjadi Plt Rektor UHO.

Untuk itu, selama periodenya menjabat Rektor, mendata ulang mahasiswa yang belum termuat di pangkalan merupakan salah satu program perioritasnya.

“Saya datang kesini kaget katena beberapa mahasiswa tidak terftar di pangkalan data. Tapi itu bukan perkara besar, tinggal merapikan saja,” ujar Supriadi saat ditemui di gedung rektorat UHO, Kamis (26/01).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melukan rapat pimpinan (Rapim) dan membentuk tim yang akan berkoordinasi. Tim tersebut terdiri dari setiap program studi (Prodi), Fakultas, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Dalam rapat pimpinan tersebut, Supriadi memerintahkan kepada tim yang sudah terbentuk untuk segera malakukan pendataan mahasiswa, untuk kemudian dimasukkan ke pangkalan data Kemenristekdikti.

“Selama bertahun-tahun itu tidak ada yang tau, saya datang saya langsung tau itu. Makanya kita akan rapikan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh civitas akademika UHO untuk bersabar serta menjaga konduaifitas kampus. Sebab saat ini pihaknya juga sedang berupaya melakukan perbaikan.

“Ini adalah program saya, dan saya akan selesaikan itu dalam kurun waktu 2 bulan,” tandasnya.(p11-p12/b/lex)

To Top