Headline

Nur Alam Sentil Plt Rektor UHO # Komunikasi Gampang Diucapkan Sulit Dimaknai

KENDARI, BKK – Acara seminar nasional forum mahasiswa komunikasi Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Rabu (25/1), dijadikan ajang curahan hati (curhat) bagi Gubernur Sultra, Dr H Nur Alam SE MSi.

Nur Alam yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) UHO mengaku sebenarnya malas menghadiri kegiatan seminar yang dilakukan mahasiswa UHO, karena terkait dengan sikap Plt Rektor UHO, Prof Dr Ir Supriadi Rustad MSi.

“Saya sebenarnya malas menghadiri kegiatan adik-adik mahasiswa, tapi karena ada menteri, sebagai tamu dan sesama pejabat negara, saya menemui beliau. Tolong teman-teman wartawan, catat ini. Saya mau curhat soal Plt rektor,” katanya, yang disambut tawa peserta seminar.

Nur Alam menegaskan, dia sangat kecewa terhadap Plt Rektor UHO, Prof Supariadi Rustad, tidak pernah melakukan silaturahmi dengan pimpinan daerah, khususnya gubernur baik dalam kapasitas sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah atau sebagai kepala daerah dan kepala wilayah.

“Sampai sekarang saya tidak pernah lihat, yang mana itu Plt Rektor UHO. Seharusnya¬† dia melapor atau bersilaturahmi, karena dia kan masuk dalam wilayah kekuasaan saya,” kata Nur Alam.

Nur Alam menjelaskan, seorang gubernur memiliki tiga kapasitas atau tugas pokok, pertama, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, kedua, sebagai kepala daerah atau kepala wilayah, dan ketiga melakukan pembinaan kepada bupati dan walikota.

Menurutnya, sebagai seorang intelektual¬† seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, bahwa ketika memasuki rumah orang, maka harus melapor terlebih dahulu. “Walaupun negeri ini adalah negeri kita, wajib hukumnya untuk kita bersilaturahmi,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seandainya UHO tiba-tiba kampusnya terbakar, lalu Pemprov tidak menggerakan pemadam kebakaran, pasti mahasiswa yang tidak paham akan mengiatkan dengan isu politik.

“UHO kan masuk dalam wilayah Sultra. Jadi kita ingin membangun bangsa atau daerah ini tidak bisa membangun sendiri-sendiri, tapi harus dikomunikasikan,” kata Nur Alam.

Dia menegaskan, kata komunikasi sangat mudah diucapkan, tetapi sangat susah diwujudkan makna dan esensinya dalam kehidupan.

“Makanya tema yang diangkat adik-adik mahasiswa pascasarjana komunikasi sudah tepat, agar kita bagaimana membangun komunikasi dalam merajut ke-Indonesiaaan,” katanya.

Menurut dia, komunikasi adalah inti dalam kehidupan manusia, yang meliputi komunikasi dengan Allah atau habluminallah, komunikasi dengan sesama manusia (habluminnanas), dan komunikasi dengan alam.

Pada kesempatan itu, Nur Alam juga sempat menyinggung perkembangan komunikasi di media sosial yang sudah cenderung benar-benar kebablasan, sehingga sudah mengancam nasionalisme dan keindonesiaan.

“Sekarang ini kita benar-benar diperhadapkan dengan informasi media sosial yang benar-benar sudah kebablasan bahkan sudah merusak keindonesiaan. Tidak ada lagi yang bisa ditutupi, biar mengenai privacy sudah diumbar,” katanya.

Terkait hal ini, agar tidak merusak nilai-nilai moral manusia Indonesia, Nur Alam meminta negara dalam hal ini Menkominfo hadir untuk mengatasi dan mencegahnya.

Dikatakan, posisi menkominfo sangat strategis dan harus bersama-sama menteri pertahanan, Menkumham dan TNI untuk menyelamatkan bangsa ini. (p11/b/lex)