Beranda

Nur Alam Ajak Menkominfo Wisata ke Pulau Bokori dan Pulau Labengki

Pulau Labengki

KENDARI, BKK– Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) Rudiantara menghadiri kegiatan Seminar Nasional dan Call For Paper dengan tema “Komunikasi untuk Merajut Keindonesian”, yang  dilangsungkan di Hotel Swissbel Kendari, Rabu (25/1).

Selain itu, Rudiantara juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan wisata ke Pulau Bokori pada hari kedua berada di Kota Kendari.

Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam.
Nur Alam mengundang khusus Menkominfo Rudiantara untuk menjajaki Pulau Labengki yang terletak di Kabupaten Konawe Utara.

“Saya ingin mengajak beliau untuk melihat tempat wisata yang indah di luar Wakatobi yang sudah diakui dunia. Ini adalah tempat baru, yaitu, Pulau Labengki,” kata Nur Alam.

Ia menambahkan, perjalan untuk sampai ke Labengki hanya membutuhkan waktu satu jam dari Pulau Bokori.

Masih kata dia, keindahan Pulau Labengki tidak kalah dengan Raja Ampat yang terkenal itu.

Nur Alam menyebut Sultra merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA), pariwisata, dan budaya yang sangat besar, namun menurutnya, potensi tersebut belum belum tereksplore dengan maksimal.

“Oleh karena itu kami butuh peran bapak (mentri, red) secara kelembagaan dalam berbagai kebijakan serta informasi, baik melalui kebijakan pemerintah pusat, maupun dari berbagai mitra-mitra strategis,” ujar Nur Alam.

Ia menjelaskan, banyak daerah-daerah destinasi di Sultra yang sangat berpotensi yang dapat berkontribusi besar terhadap negara.

Ia menyebutkan, salah satu destinasi wisata unggulan di Sultra salah satunya adalah Wakatobi yang terkenal dengan wisata lautnya yang mendunia. Selain itu, di Sultra juga mempunyai Pulau Bokori, dan yang tidak kalah menarik adalah Pulau Labengki.

Menanggapi itu, Rudiantara mengatakan, pemerintah pusat akan membangun infrastruktur tolak ukur komunikasi di Sultra. Hal itu dilakukan agar potensi Sultra dapat dieksplore dan diperkenalkan ke seluruh Indonesia, bahkan di dunia.

“Internet cepat itu harus sudah bisa diakses ibu kota kabupaten di Sultra,” ujar Rudiantara, saat ditemui usai kegiatan.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan infrastruktur komunikasi di Sultra sudah berjalan di 2017 dan ditargetkan akan selesai di 2019 mendatang.

“Semoga penbangunan infrastruktur tersebut dapat berdampak baik bagi daerah, khususnya dalam mengangkat potensi baik SDA, pariwisata, maupun budaya di Sultra,” tutur Rudiantara. (p12-p11/d/iis)