La Ode Azhar Siapkan “Serangan Balasan” untuk Darmono dan Sudianto – Berita Kota Kendari
Beranda

La Ode Azhar Siapkan “Serangan Balasan” untuk Darmono dan Sudianto

KENDARI, BKK– Menyusul hasil putusan Panitia Pengawasan Pemilihan Wali Kota (Panwasli) Kendari yang menyebutkan La Ode Azhar tidak terbukti melakukan money politic, Azhar menyiapkan serangan balasan untuk Darmono dan Sudianto.

Hal ini ditegaskan Azhar saat ditemui di ruangannya, Rabu (25/1).

“Darmono itu harus lebih banyak belajar lagi, kalau mau berurusan dengan saya. Karena, saat ini saya sementara menyiapkan wajan besar untuk menggoreng mereka, atas tindakannya yang merusak nama baik saya,” terangnya.

Ia menyebut, Darmono mestinya lebih paham terhadap aturan dan tidak memaksakan egonya, hanya karena persoalan kepentingan.

“Kalau dia (Darmono, red) paham, tentunya masalah saya itu tidak akan berlanjut waktu itu, karena aturan sederhana melapor ke Panwasli yaitu merupakan warga Kota Kendari dan terdaftar sebagai wajib pilih,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, karena ego yang tinggi, Darmono tetap melanjutkan hal itu, dan mencari orang lain untuk melapor.

Padahal, sambung Azhar, Darmono juga tahu kalau pelaporan itu tidak cukup bukti untuk menjerat dirinya.

“Dia sebenarnya paham, tapi tidak tahu kenapa itu tetap dilanjutkannya. Anehnya lagi, saat itu tidak ada reaksi dari yang lain, namun ketika diketahui ini tidak dapat berlanjut, Umar Bonte muncul dan ingin membantu,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal itu juga, Azhar mengucapkan terima kasih atas niatan baik La Ode Umar Bonte yang ingin membantu berkait pelaporan Mustafa (pengganti Darmono dan Sudianto) ke Panwasli.

Namun, menurut Azhar, hal itu terlambat dan tidak ada gunanya, sebab Panwasli telah menyatakan kasusnya tidak terbukti.

“Saya tetap berterima kasih. Cuma, kenapa ini tidak dari awal. Nanti sudah selesai baru mau bantu, itu kan tidak ada gunanya,” cibirnya.

Sebelum itu, Ketua Panwasli Kota Kendari Alasman menyatakan, berkait kasus dugaan money politic yang dilakukan La Ode Azhar dengan membagi-bagikan minyak goreng kepada masyarakat Kelurahan Kampung Salo, tidak memiliki cukup bukti untuk dilanjutkan.

“Tidak ada bukti yang membenarkan tindakan La Ode Azhar merupakan perbuatan money politic, dan oleh karena itu kasus itu kita hentikan,” tutupnya. (cr5/b/iis)

To Top