Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Konsel 2016# Ini Penjelasan Kejati Sultra soal Kasus KPU Konsel – Berita Kota Kendari
Beranda

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Konsel 2016# Ini Penjelasan Kejati Sultra soal Kasus KPU Konsel

KENDARI, BKK– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menunggu proses perampungan berkas tiga tersangka dugaan korupsi dana hibah yang melibatkan lima anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Dari lima tersangka tersebut, dua di antaranya, yakni Aswan dan Nuzul Qadri, telah mengikuti proses sidang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH ditemui di ruangannya menerangkan, Rabu (25/1), berkasnya ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Konsel.

Janes memaparkan, perkara ini berawal dari kasus sewa mobil yang diduga fiktif. Pertengahan Maret 2016 pihak Kejari Konsel telah melakukan pengusutan atas kecurigaan pengembalian uang yang dilakukan pihak komisioner ke bendahara KPU Konsel.

“Saat itu Jaksa curiga, kenapa tiba-tiba lima komisioner KPU Konsel mengembalikan uang sebesar Rp 54 juta per orang ke bendahara KPU. Dari sinilah awal dimulainya pengusutan, hingga akhirnya diketahui adanya dugaan korupsi,” jelas Janes.

Sementara itu, untuk dua tersangka yang mengikuti proses sidang, yakni Aswan dan Nuzul Qadri, di pengadilan menghadirkan saksi antara lain pembantu bendahara KPU Konsel, Pame dan Dasir. Keduanya, memberikan kesaksian yang cukup memberatkan keduanya.

Di depan majelis hakim beberapa waktu lalu, Pame dan Dasir menerangkan, tidak pernah melihat mobil rental yang digunakan terdakwa Aswan dan Nuzul parkir di pelataran gedung KPU Konsel.

JPU Marwan ditemui usai sidang waktu itu juga menjelaskan, Nuzul Qadri dan Aswan masing-masing mengklaim menggunakan kendaraan rental dan membantah pernyataan saski yang tidak pernah melihat kendaraan tersebut terparkir di pelataran gedung KPU Konsel.

“Nuzul Qadri mengkalim dirinya menggunakan mobil rental dengan nomor polisi DT 1409 KE, Toyota New Avanza berwarna hitam. Sedangkan, Aswan menggunakan mobil rental dengan nomor polisi DT 7276 AH, Toyota New Avanza warna hitam,” pungkasnya.

Diketahui, akibat kasus ini negara mengalami kerugian sebesar Rp 270 Juta. Kelima komisioner telah mengembalikan uang sejumlah Rp 54 juta per orang, namun tidak membuat proses hukum berhenti. (cr5/c/iis)

To Top