Isi Solusi Pakar Komunikasi UHO untuk Merajut Kembali Indonesia – Berita Kota Kendari
Beranda

Isi Solusi Pakar Komunikasi UHO untuk Merajut Kembali Indonesia

KENDARI, BKK– Dosen pascasarjana jurusan komunikasi pembangunan sekaligus pakar politik Universitas Halu Oleo (UHO), Dr M Najib Husain mengatakan, dirinya terpanggil untuk memberikan solusi memperbaiki kondisi Indonesia yang guncang.

“Yaitu dengan menata komunikasi,” ujarnya, dalam seminar nasional yang diadakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sultra, Rabu (25/1) dengan tema  “Komunikasi untuk Merajut Keindonesiaan”.

Dia mengatakan, kondisi Indonesia saat ini termasuk kondisi tidak nyaman dan mengalami kemunduran.

Masyarakat mulai takut untuk berbicara, menulis meupun berpendapat. Semua itu karena adanya iklim keterbukaan yang sudah mulai hilang saat ini.

Ia menyebutkan, ketika buku Jokowi Undercover dikeluarkan, itu bisa menimbulkan gejolak tapi bukan terjadi di masyarakat melainkan hanya di pemerintahan.

“Bukan sebuah contoh bahwa pemerintah kembali mencoba menerapkan sistem yang selama ini sudah kita tinggalkan, seperti halnya otoriter, memaksa masyarakat untuk mengikuti apa yang mereka inginkan,” katanya.

“Menurut saya sah-sah saja bila, misalnya, penulis menulis buku Jokowi Undercover, kemudian ada segelintir yang tidak puas,  maka upaya yang kita lakukan adalah bagaimana menulis buku yang bisa menjawab pertanyaan- pertanyaan yang ada dalam buku tersebut,” tuturnya.

“Jadi, bagaimana sebuah buku dijawab dengan sebuah buku, bukan dijawab dengan memenjarakan penulis.  Ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD). Kebebasan bependapat dan berpolitik telah diatur dalam UUD 1945,” katanya.

Maka dari itu, dia berharap melalui kegaiatan seminar, ada kontribusi yang bisa diberikan, bagaimana  komunikasi bisa menjawab tantangan kondisi perpolitikan di Indonesia dan bagaimana komunikasi bisa merajut. Artinya, merajut yang telah berkeping-keping agar bisa bersatu kembali dalam sebuah pandangan yang sama bahwa Indonesia adalah NKRI yang harus dipertahankan,” tutupnya. (p12/d/iis)

To Top