Suksesi

Intel Rasak Temukan Warga Dibagi-bagikan Amplop #Tim ADP-Sul Dituding Money Politic

Ketgam: Harun Rasid (kiri) bersama Calon Wakil Walikota Kendari, Haris Andi Surahman saat memperlihatkan bukti amplop berisi uang yang dibagi-bagikan kepada masyarakat Jl Pasaeno, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. (foto: Rudy/BKK).

KENDARI, BKK – Tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Walikota Kendari, Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) yang tergabung dalam Badan Intelijen Rasak (BIR), kembali menemukan adanya dugaan bagi-bagi amplop berisi uang kepada warga untuk memilih salah satu paslon.

Tindakan bagi-bagi uang tersebut diduga dilakukan  tim pemenangan salah satu paslon Wali Kota dan wakil Wali Kota Kendari nomor urut 2, Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) di Jalan Pasaeono, Lorong Aliya, Kelurahan Bende, Kecamatan Bende, Kota Kendari, Rabu (24/1). Hal ini pun langsung dilaporkan tim pemenangan Rasak-Haris  ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat untuk kemudian ditindaklanjuti.

Harun Rasid, salah seorang saksi yang menemukan aksi bagi-bagi uang itu mengatakan, saat dirinya sedang melintas di lokasi kejadian, dirinya menemukan dua orang lelaki yang tidak diketahui identitasnya membagi-bagikan uang kepada masyarakat. Namun, setelah dirinya mendekat, orang tersebut langsung melarikan diri.

“Saya juga tidak sempat mengambil gambar karena tidak mempunyai kamera pada saat itu,” katanya saat ditemui di Kantor Panwaslih Kota Kendari untuk melaporkan kejadian tersebut, Rabu (24/1) malam.

Ia menambahkan, setelah dirinya mengejar dan tidak mendapat dua orang yang membagi-bagikan amplop tersebut, dirinya langsung mendatangi warga yang sempat menerima amplop berisi uang itu. Dari warga kemudian Harun mendapatkan informasi bahwa uang tersebut  diberikan langsung tim pemenangan ADP-Sul.

“Banyak warga yang dapat uang itu. Saat saya tanya uang itu dari siapa, mereka bilang itu dari ADP-Sul untuk mengarahkan biar kami memilih ADP-Sul dalam pilwali nantinya. Mereka akui memang seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Kendari, Haris mengungkapkan, temuan BIR tersebut bukanyang pertama kalinya. Sebelumnya, kata dia, tim pemenangannya juga telah menemukan istri Camat Puuwatu yang ikut membagi-bagikan uang untuk menghadiri kampanye paslon nomor urut 2.

“Teman-teman BIR ini banyak menangkap salah seorang yang melakukan money politic. Kemarin dilakukan di Kecamatan Puwatu oleh istri Camat Puuwatu. Hari ini lagi kami menangkap di Jalan Pasaeno dengan kasus yang sama. Sehingga, kami meminta kepada Panwaslih Kota Kendari untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan benar-benar memproses sesuai dengan tupoksinya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, ketua Panwaslih Kendari, Alasman Mpesau mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan registrasi atas laporan tersebut untuk kemudian dilakukan penyelidikan bersama  pihak Kepolisian dan kejaksaan
yang tergabung dalam sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Laporannya kita register dulu. Tadi setelah mendapatkan laporan kami langsung terjun ke lapangan untuk memintai keterangan saksi-saksi yang mengetahui persoalan ini,” singkatnya.

Ditemui terpisah, tim pemenangan ADP-Sul, Samsuddin Rahim membantah apa yang dilaporkan tim pemenangan Rasak-Haris tersebut. Menurutnya, bagi-bagi uang tersebut tidak pernah dilakukan tim pemenangan paslon nomor urut 2 tersebut. Pasalnya, sambung Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari ini, pihaknya tidak pernah mengintruksikan  untuk melakukan money politic (politik uang).

“Itu fitnah. Kami sangat sayangkan dengan adanya orang yang mencatut nama ADP-Sul yang melakukan money politic itu. Kami dari tim pemenangan ADP-Sul tidak pernah mengintruksikan dan mengarahkan tim untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran yang mencederai demokrasi kita ini terutama money politic. Kami juga tidak mengetahui siapa orang yang sengaja melakukan untuk mencemarkan nama baik ADP-Sul,” bantahnya. (m2/a/nur)