Enam Daerah di Sultra Dapat Proyek Komunikasi # 2019 Ditarget Seluruh Kabupaten Dapat Mengakses Internet Cepat – Berita Kota Kendari
Headline

Enam Daerah di Sultra Dapat Proyek Komunikasi # 2019 Ditarget Seluruh Kabupaten Dapat Mengakses Internet Cepat

Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara (kedua dari kiri) didampingi Gubernur Nur Alam dan Direktur Pascasarjana UHO Prof Sahta Ginting sebelum memenjadi keynote speaker pada Semnas Komunikasi Merajut Keindonesiaan di Swissbel Hotel Kendari, Rabu (25/1). (Foto: LEX/BKK)

KENDARI, BKK – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara MBA, menyebutkan ada enam daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat proyek pembangunan infrastruktur komunikasi, agar masyarakatnya bisa mengakses internet dengan cepat.

“Pembangunan kabel lautnya itu sekarang sudah dimulai dan target 2019 sudah selesai, sehingga masyarakat bisa mengakses internert dengan cepat,” kata Rudiantara saat menjadi keynote speaker pada seminar nasional bertemakan “Komunikasi Merajut Keindonesiaan” berlangsung di Swissbel Hotel Kendari, Rabu (25/1).

Keenam daerah yang mendapatkan pembangunan infrastruktur komunikasi yakni, Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Kabupaten Konawe Utara (Konut), Konawe Kepulauan (Konkep), Kabupaten Buton Utara (Butur) dan Kabupaten Buton.

Selain itu, kata Menkominfo, pihaknya juga akan menyambungkan saluran komunikasi antara antara Kota Baubau dan Kota Kendari, yang saat ini masih terputus. “Kalau menggunakan satelit mahal, sehingga kita menggunakan kabel bawah laut,” ujarnya.

Rudiantara menjelaskan, dalam pembangunan infratsruktur komunikasi ini, akan menggunakan kabel bawah laut, sehingga dia meminta kepada para kepala daerah di enam daerah tersebut untuk mempermudah perizinannya.

“Daerah tak perlu menyiapkan dana, karena semua dananya dari kementerian. Para bupati kami minta hanya mempermudah perizinannya, karena ada titik-titik tertentu akan terkena pembangunan penyambungan kabel,” tegasnya.

Mengenai kontraktor pembangunannya, Rudiantara mengatakan akan diserahkan kepada kontraktor lokal, supaya untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat sehingga ekonomi bisa tumbuh, dan infrastruktur bisa terbangun.

Menurutnya, proyek ini secara keseluruhan di seluruh Indonesia dengan total anggaran sekitar Rp 20 triliun.

Lebih jauh dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur komunikasi adalah bagian tanggungjawab Kementerian Kominfo untuk merajut Indonesia. “Selain dari sisi konten atau pesan, saat kami masih fokus pada pembangunan infrstruktur komunikasi,” katanya.

Dia mengatakan, dalam pembangunan infrastrruktur komunikasi sebenarnya dilakukan swasta, tetapi ada daerah-daerah tertentu yang terpaksa diambil alih negara.

“Bagaimana kita mau bangun infratsrutkurnya kalau di daerah itu tidak orangnya,” kata Rudiantara mengutip alasan dari perusahaan operator seluler.

Daerah-daerah yang diambil alih negara pembangunan infratsruktur komunikasinya ini meliputi daerah perbatasan, dan daerah kawasan timur Indonesia, termasuk di wilayah Sultra.

“Kita programkan ini sejalan program TNI untuk mengembangkan penempatan pasukannya di kawasan luar Jawa khususnya pada daerah perbatasan,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur komunikasi ini untuk menghilangkan gap komunikasi antar Jawa dengan luar Jawa atau antar bagian barat dan bagian timur. “Kita ingin memandang Indonesia ini bukan lagi berdasari Jawa dan luar Jawa atau barat dan timur, tapi harus untuh di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Dia menyebutkan gap fasilitas komunikasi antara Jawa dengan wilayah Timur Indonesia saat ini bisa mencapai 65 persen, ditambah lagi biaya atau harganya lebih mahal. “Kalau di luar Jawa, jaringan sudah lebih lama aksesnya, harganya  lebih mahal lagi, hingga 65 persen bedanya,” akunya.

Pada kesempatan itu, Menkominfo tampil membawakan materi dengan santai dan dialogis. Dia menggunakan celana panjang hitam dipadu kemeja putih lengan panjang. (p12/b/lex)

To Top