Pemkot Kendari Proyeksi PAD Rp 200 Miliar Tahun Ini #Realisasi Tahun Lalu Rp 180 Miliar #Pendapatan dari PBB Melempem – Berita Kota Kendari
Beranda

Pemkot Kendari Proyeksi PAD Rp 200 Miliar Tahun Ini #Realisasi Tahun Lalu Rp 180 Miliar #Pendapatan dari PBB Melempem

Ketgam: Hj Nahwa Umar. (Foto: Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kendari menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) pada 2017 kurang lebih sebesar Rp 200 miliar. Dibanding capaian PAD tahun sebelumnya sejumlah Rp 180 miliar, target yang dipatok ini dipercaya enteng.

Kepala Dispenda Kota Kendari Hj Nahwa Umar mengatakan, sektor-sektor peyumbang PAD antara lain yang paling besar adalah pajak penerangan jalan (PPJ) Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun non-PLN, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTP), pajak bumi dan bangunan (PBB), hotel, restoran, hiburan malam, dan pajak parkir.

“Sebenarnya, untuk pajak kita mengalami peningkatan sedikit, karena tahun lalu meskipun kita sudah naikkan di perubahan anggaran, tapi kita masih capai 100 persen,” ungkap Hj Nahwa Umar, Selasa (24/1).

“Meskipun secara total rata-rata mengalami kenaikan 100 persen lebih per objeknya, tapi dipengaruhi oleh PBB yang hanya mencapai 60 persen. Sehingga, pajak secara keseluruhan hanya 98 persen,” tambahnya.

Masih kata dia, objek pajak yang lain mencapai di atas 100 persen rata-rata. Sehingga, menurut dia, di 2017 PAD khusus untuk pajak diyakini akan mengalami kenaikan. Alasannya, pada 2016 sektor pajak lumayan besar kenaikannya, selain PBB.

“Walaupun PBB, target yang dipatok masih tetap seperti di tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 23 miliar. Tapi, tidak tertutup kemungkinan akan mengalami koreksi di perubahan anggaran nanti, setelah hasil pendataan yang kita lakukan dirampungkan semua,” ujarnya.

Untuk BPHTB, kata dia, tahun lalu mencapai di atas 100 persen dari target sebesar Rp 20 miliar.
Makanya, sambung dia, 2017 ini pihaknya menaikkan lagi targetnya menjadi Rp 22 miliar.

“Di samping itu, yang lain juga cenderung naik. Misalnya, mineral bukan logam dan batuan saja itu bisa mencapai sampai 180 persen dari target Rp 1,8 miliar karena yang dicapai sebesar Rp 3,2 miliar,” papar Nahwa.

“Jadi, sebenarnya yang PBB saja di 2016 yang capaiannya tidak sesuai target atau rendah, tapi di sektor lain rata-rata semuanya, bahkan seperti parkir naik menjadi 116 persen. Pajak air tanah semua rata-rata di atas 100 persen,” sebutnya. (Cr6/c/iis)

To Top