Muna Target Jadi Sentra Jagung Hibrida ***Pemkab Siapkan Lahan 30 Ribu Hektar, – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Muna Target Jadi Sentra Jagung Hibrida ***Pemkab Siapkan Lahan 30 Ribu Hektar,

RAHA, BKK– Satu lagi terobosan yang dilakukan Bupati Muna LM Rusman Emba ST untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Di tahun ini, Pemerintah Kabupaten Muna akan menyiapkan lahan seluas 30.000 hektar untuk penanaman jagung hibrida. Tidak hanya lahan yang sudah disiapkan, tapi juga bibit, traktor, hand traktor.

Rencana pembukaan lahan jagung hibrida tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan kawasan pertanain di Kabupaten Muna.

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Muna LM Rusman Emba, Kadis Pertanian dan Perkebunan Pemprov Sultra yang diwakili Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan Ir Antoni Balaka, Kadis Pertanian Perkebunan dan Hortikultra Muna, Ir La Ode Hamalin MSi, para camat se Kabupaten Muna, para kades, para kepala SKPD, para Danramil dilingkup Kodim 1416 Muna, serta ratusan undangan lainnya.

La Ode Hamalin mengatakan, pembukaan lahan tersebut sebelumnya telah diperjuangkan oleh bupati di Kementerian Pertanian. “Kementerian Pertanian sudah menyetujui di Kabupaten Muna akan dibuka kawasan pertanian jagung seluas 30 ribu hektar. Kita tinggal menyiapkan petaninya dan lahannya. Sedangkan benih, pupuk, hand traktor dan traktor disiapkan secara gratis,” katanya.

Pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Tanaman Pangan Pemprov Sultra, juga sudah menyerahkan 25 unit handtraktor, mesin pemilin jagung sebanyak 150 unit dan 17 unit mesin pengering jagung.

Terkait pemasarannya, kata La Ode Hamalin, pihaknya sudah menekan kesepakatan dengan Bulog Sultra dan Gabungan Pengusaha Pakan Ternak. Harganya pun sudah ditetapkan, yakni Rp 3.150 per kg di Bulog Sultra dan Rp 3.500 per kg di Gabungan Pengusaha Pakan Ternak.

“Dengan lahan 30 ribu hektar dan per hektar rata-rata panen 5 ton saja, maka uang Rp 500 juta bisa kita raih setiap panen,” kata La Ode Hamalin yang disambut aplaus peserta yang hadir dalam rakor tersebut.

Sementara itu, Ir Antoni Balaka mengatakan, program kawasan perkebunan jagung ini adalah program nasional. “Pemerintah kita sudah menghentikan impor jagung. Bibit, traktor, hand traktor, mesin pemilin jagung, pengering jagung dan sebagainya, jangan khawatir. Kita siapkan. Kalau pupuk, akan kita ajukan kembali ke Menteri Pertanian. Masalah pemasaran juga tidak ada masalah. Jadi kita tinggal jalan,” paparnya.

Bupati Muna LM Rusman Emba meminta agar masyarakat Muna jangan lagi berbicara yang tidak penting. Lebih baik bekerja giat untuk meningkatkan perekonomian.

“Hand traktor yang baru 25 unit, akan kita tambah menjadii 35 unit. Masalah pupuk, akan saya kordinasikan dengan Menteri Pertanian. Semua sudah gratis, mulai benih, alat pertanian. Mau modal, kita ada Bank BPD di sini. Sungguh terlalu jika program ini masih tidak berhasil karena sudah semua dibantu,” kata Bupati Muna.

Rusman menjelaskan, sebenarnya Kementerian Pertanian setuju pembukaan lahan seluas 50.000 hektar. Namun karena ada pertimbangan dari Gubernur Sultra, maka dicoba dulu 30 ribu hektar. (cr1/b/aha)

To Top