Kepala SMAN 6 Baubau Dituding Bagi-bagi Stiker Calon Wali Kota – Berita Kota Kendari
Suksesi

Kepala SMAN 6 Baubau Dituding Bagi-bagi Stiker Calon Wali Kota

Massa Gentar saat mengadu ke DPRD Baubau terkait dugaan Kepala SMAN 6 Baubau mensosilisasikan calon walikota di sekolahnya. Foto: La Ode Adnan Irham

BAUBAU, BKK – Sejumlah demonstran mengatasnamakan Gerakan Intelektual Pemerhati Sorawolio (Gentar) menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Baubau, Selasa (24/1). Massa menuntut pemerintah kota (Pemkot) dan DPRD setempat mengevaluasi kinerja Kepala SMAN 6 Baubau yang dituding memsosialisasikan salah satu calon Wali Kota Baubau.

Massa aksi mengungkapkan, Kepala SMAN 6 Baubau membagi-bagi stiker salah satu calon wali kota dalam rapat komite sekolah, Sabtu (14/1). Dalam kegiatan itu pun pihak sekolah sengaja mengundanag calon wali kota bersangkutan untuk sengaja disosialisasikan dalam kegiatan itu.

“Tindakan kepala SMAN 6 Baubau ini yang membagi-bagikan stiker atau kartu nama kepada orang tua siswa yang menghadiri rapat komite saat itu, sangat tidak layak dilakukan di sekolah karena tidak bermanfaat untuk peningkatan pendidikan,” kata salah satu koordinator aksi, Mursalim.

Wakil Ketua DPRD Baubau, La Ode Yasin yang menerima demonstran mengatakan akan segera memanggil secara resmi Kepala SMAN 6 Baubau untuk meminta penjelasan terkait tuntutan demonstran. Menurutnya, memang tidak diperbolehkan PNS terlibat langsung dalam politik praktis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, H Masri yang ditemui di tempat yang sama mengatakan, sudah mengetahui hal itu. Namun menurutnya, yang terjadi sebenarnya bukanlah merupakan sosialisasi. Hanya saja, salah satu yang diundang dalam kegiatan sekolah tersebut bernama Saharudin, memang diketahui berniat mencalonkan diri menjadi Wali Kota Baubau.

“Namun saat diundang rapat komite itu yang bersangkutan (Saharudin,red) itu sebagai ketua LSM. Dia memberikan sosialisasi dengan kaitannya untuk menjelaskan apa-apa saja batasan pungli, iuran, dan sumbangan karena SMAN 6 Baubau berniat memberlakukan kembali uang komite, makanya yang bersangkutan diundang sebagai narasumber,” papar H Masri.

Kepala SMAN 6 Baubau, Siti Yuliana yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya juga membantah telah melakukan sosialisasi calon walikota. Pernyataan massa aksi itu, menurutnya, hanya fitnah belaka.

Ia menjelaskan, rapat komite yang digelar di sekolahnya itu untuk membahas pemberlakuan kembali uang komite. Dia juga mengakui mengundang Saharuddin yang disebut-sebut sebagai calon wali kota sebagai narasumber.

“Saya memang panggil LSM ini karena mereka lebih tahu masalah korupsi, pungli dan sumbangan itu. Setelah selesai rapat, dia pulang, laporan yang saya dapat dia ketemu kenalannya di parkiran, dia berikan itu stikernya. Kami yang hadir juga tidak tahu menahu soal bagi-bagi stiker itu,” ungkapnya.

Siti menambahkan, dalam rapat terebut juga hadir ketua komite yang juga Camat Sorawolio, La Samiri Saboku, serta para guru dan orang tua murid. Jika memang benar dirinya membagi-bagikan stiker, maka seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan itu juga bersedia bersaksi jika tudingan massa demonstrasi itu tidak benar.

Tudingan itu pun membuat pihak SMAN 6 Baubau keberatan dan berencana melaporkan massa aksi tersebut ke Polres Baubau, dengan tuduhan mencemarkan nama baik sekolah dan pribadi Siti Yuliana.

“Rencananya laporan itu akan dibawa ke Polres Baubau besok (hari ini,red),” tegasnya. (k2/b/nur)

To Top