Ini 4 Lembaga Survei yang Resmi di Kendari – Berita Kota Kendari
Beranda

Ini 4 Lembaga Survei yang Resmi di Kendari

KENDARI, BKK– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari telah menetapkan empat lembaga survei yang terdaftar, untuk bisa menyampaikan hasil rilis atas pencapaian yang dimiliki masing-masing

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari.

Empat lembaga survei yang telah terdaftar dan ditetapkan KPU Kota Kendari adalah Yayasan Media Survei Nasional (YMSN), Fisip UHO,  Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dan Lembaga Riset Survei Indonesia (LRSI).

Ketua KPU Kota Kendari Hayani Imbu mengatakan, meski telah ditetapkan dan telah terakreditasi di KPU Kota Kendari, empat lembaga survei tersebut masih bisa dilakukan gugatan atau diprotes oleh masyarakat, jika merasa keberatan dengan hasil yang disampaikan, karena adanya dugaan permainan dengan salah satu paslon.

“Tadi, saya sengaja memanggil empat lembaga survei tersebut untuk menjelaskan apa yang menjadi tugas dan kewajiban lembaga survei setelah ditetapkan oleh KPU Kota Kendari sebagai lembaga survei yang terdaftar,” ujarnya, Selasa (24/1), saat ditemui di salah satu hotel di Kota Kendari.

“Artinya, manakala dalam setiap proses rilis itu ada yang merugikan maka masyarakat boleh melakukan keberatan tetapi harus disertai dengan identitas yang bersangkutan.”

Ia menambahkan, sejak ditetapkan sebagai lembaga survei dan sudah memenuhi syarat, maka keempat lembaga survei tersebut sudah bisa merilis hasil surveinya.

Hanya saja, kata dia, jika masyarakat yang keberatan atas hasil yang dirilis lembaga survei tersebut, maka KPU Kota Kendari akan menindaklanjuti laporan itu.

Jika terbukti dari apa yang diadukan oleh masyarakat melanggar dari norma kaidah yang ditentukan, maka KPU Kota Kendari akan memberikan sanksi peringatan dan larangan untuk tidak melaksanakan survei lagi, atau pernyataan bahwa lembaga survei tersebut sudah tidak kreditabel lagi.

“Jika ada lembaga survei lain di luar dari lembaga survei yang telah terdaftar, tidak boleh merilis hasil survei. Dan, setiap lembaga survei yang telah menyampaikan hasil rilisnya paling lambat 15 hari harus menyampaikan salinan hasil rilis mereka, baik itu sumber dananya, cara mengambil sampelnya, dan cara mengola datanya. Jika tidak diserahkan, maka akan diproses,” pungkasnya. (m2/c/iis)

To Top