Dinas Pertanian Fungsikan Kembali Badan Penyuluhan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Dinas Pertanian Fungsikan Kembali Badan Penyuluhan

HUSAIN/BKK
HM Tahrir SP MMA

LANGARA, BKK– Terobosan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), H Muh Tahrir SP MMA patut diapresiasi. Baru dilantik tiga pekan yang lalu, mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Konkep tersebut mulai memperlihatkan kinerja dan kekompakan pegawai di instasi yang dipimpinnya tersebut.

Salah satu kegiatan yang mulai digarap oleh H Tahrir yakni memungsikan sebanyak tujuh Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan pembangunan demplot di masing-masing Kecamatan yang ada di pulau berbentuk hati tersebut.

“Kantor-kantor BPP ini nantinya akan kita buat sebagai sarana tempat praktek atau pelatihan pertanian untuk masyarakat. Insya Allah tahun ini akan terlaksana,” katanya.

Dengan berfungsinya Kantor BPP di masing-masing kecamatan, Tahrir meyakini bahwa aktifitas pertanian di Wawonii akan terlaksana sesuai harapan. Terutama jika pembangunan demonstrasi plot (Demplot) dan kelengkapan fasilitas pertanian bisa ikut tersedia.

“Kalau ada demplot, kemudian ada pembina atau pelatih di kecamatan, masyarakat yang ingin melakukan percobaan misalnya penanaman, pemupukan dan lain sebagainya, tinggal melakukan di demplot dan dibimbing oleh petugas yang telah kita tugaskan di masing-masing kantor BPP,” katanya.

Selain membangun demplot dan menempatkan petugas di tujuh Kantor BPP Konkep, rencananya Kadistan Konkep juga akan menyediakan alat-alat pertanian seperti traktor dan peralatan lainnya.

“Kita sediakan alat-alat pertanian yang sifatnya unit pengelolaan, alat-alat ini ada pengelolanya. Jadi misalnya ada yang membutuhkan traktor, berarti dia harus bermohon kepada pengelola untuk menggunakan alat dengan cara sewa dan lain sebagainya. Karena kalau kita bagikan ke masyarakat dalam bentuk kelompok, sesuai pengalaman kemarin-kemarin, alat-alat itu biasanya dikuasai sendiri oleh ketua kelompok atau anggota kelompok lainnya, jadi selain ada penghasilan dari alat itu juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan pelatihan di demplot,” paparnya. (k4/c/aha)

To Top