Pendidikan

2017, Unsultra Jajaki Peta Kerjasama Internasional

KENDARI, BKK– Untuk lebih meningkatkan kualitas, Perguruan Tinggi Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) akan lebih menjajaki kerja sama internasional di 2017 ini. Kerja sama dimaksud yakni dalam bidang peningkatan kualitas mutu pendidikan seperti pertukaran pelajaran dosen dan mahasiswa.

Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun mengatakan, di 2017 kampus ikon daerah ini akan ditempatkan pada peta level nasional maupun internasional dengan adanya partisipasi kegiatan kemahasiswaan serta partispasi dosen dalam kegiatan seminar yang selanjutnya melalui kegiatan publikasi.

Selain itu, peningkatan kualitas yang perlu didorong lagi, kemampuan berbahasa asing melalui training ataupun melalui pelatihan.

“Pentingnya pada tahun 2017 spesifik kegiatan yang kami lakukan kegiatan nasional maupun internasional. Kemudian wujud kerja sama tersebut dengan perguruan tinggi ataupun stake holder level nasional, lebih level internasional,” ujar Prof Andi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/01).

Ia mengatakan, pihaknya belum menentukan negara luar yang akan diajak bekerja sama, tetapi pihaknya akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki keterkaitan erat serta memiliki hubungan berdasarkan asas manfaat. Dengan demikian, Unsultra dapat memanfaatkan potensi yang ada.

“Kalau kita melihat SDM di Unsultra yang perlu dikerjasamakan dengan negara luar, seperti prodi unggulan yakni prodi hukum dan teknik sipil. Kemudian kemampuan bahasa asing kami tetap dorong,” terangnya.

Lebih lanjut Prof Andi menuturkan, untuk mendukung tekad tersebut, pihaknya memperbaiki sarana dan prasarana, serta mempersipakan SDM dan faktor-faktor yang memukinkan bisa terwujud.

“Seperti pelatihan, pembuatan proposal penelitian, hasil karya ilmiah dan berbagaian ivent kegiatan yang sesuai kemampuan di Unsultra,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan infrastruktur Unsultra telah mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu di atas 200 persen. Selain itu, lanjutnya, pada 2016 Unsultra ada penambahan dosen bergelar doktor (S3). Bahkan tidak sedikit dosen yang menjadi kandidat S3. Ditambah pada prestasi mahasiswa, kemudian keberhasilan prodi ilmu pemerintahan meraih akreditasi B.

Adapun terobosan yang dilakukan pihaknya  saat ini, akunya,  diantaranya terdapat beberapa proposal penelitian dosen yang telah lulus skim Dikti. Kemudian ada beberapa penelitian dosen kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Yang jelas paling menggembirakan kita bahwa animo dan gairah khususnya dosen dan mahasiswa mulai tumbuh dalam progres yang signifikan,” ungkapnya. (p11/p12/b/nur)