Truk Diduga Kelebihan Muatan Bikin Deker Amblas, Mobil Nyaris Terbalik – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Truk Diduga Kelebihan Muatan Bikin Deker Amblas, Mobil Nyaris Terbalik

Ketgam: Truk mengangkut ubin puluhan ton dari Makassar. (Foto: Fitri/BKK)

RAHA, BKK– Ini PR besar bagi phak pihak yang berkompoten agar mengecek kapasitas bobot angkut mobil mobil ekspedisi, khususnya jurusan Makasar menuju  Raha Kabupaten Muna.

Jika kelebihan kapasitas, maka akan membuat ruas-ruas jalan yang dilalui  mobil mobil ekspedisi  tersebut, akan cepat rusak.

Seperti yang terjadi di Kota Raha, Senin (23/1). Sebuah mobil ekpedisi dari Makasar-Raha bernopol DD 8614 xH terperosok di tengah jalan, seputar baypas Kota Raha dan nyaris terbalik.

Mobil ini memuat puluhan ton ubin dan melintas di deker, hingga deker amblas.

Imbasnya, ban mobil bagian belakang terperosok ke dalam deker dan membuat mobil nyaris terbalik.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Muna Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alfian ketika dikonfirmasi soal ini mengatakan, pihaknya cuma memproses kasus kecelakaannya saja.

“Kalau mobil ekspedisi yang bermuatan ubin itu sedang jalan, memang bisa kita tilang jika kelebihan muatan. Tapi, saat kita temukan mobil itu sudah mengalami kecelakaan. Jadi yang kita proses cuma kecelakannya saja,” kata Alfian, kemarin.

Perwira ini juga mengatakan kalau terkait kelebihan muatan adalah kewenangan dinas perhubungan.

“Harusnya saat kendaraan ekspedisi itu menyeberang, sudah harus melalui jembatan timbangan di dishub pemerintah daerah setempat. Hingga diketahui kapasitas isi muatan truk dan bobot jalan yang akan dilewati. Tapi, masalah kir (pemeriksaan) kendaraan dan jembatan timbangan itu, ada di dishub pemda setempat, termasuk yang keluarkan izin, bukan di Lantas. Jujur saja, sudah puluhan truk ekspedisi seperti ini saya tilang, karena kelebihan muatan,” tambahnya.

AKP Alfian juga menyinggung masalah pemasangan  tanda rambu jalan yang  juga kewenangan Dishub Muna. Katanya, hal ini juga merupakan salah satu penyebab maraknya truk ekspedisi dengan muatan penuh melintas pada jalan bobotnya tidak bisa dilewati truk-truk ekspeidisi seperti ini. Imbasnya terjadilah kecelakaan.

“Sebetulnya kita seriang undang Dishub Muna untuk berkoordinasi masalah rambu jalan. Agar truk truk yang berbobot puluhan ton itu, lewat pada jalan yang sesuai kapasitasnya. Kemudian masalah tempat parkir truk-truk ekpedisi yang parkir di bahu jalan. Tapi, yang diutus sesalu staf Dishub Muna,” ujarnya.

Dikonfirmasi dilakukan pada Sekretaris Dishub Muna Drs Difaki Toe, ponselnya tidak aktif. Sedangkan nomor ponsel Kadishub Muna IIr Erward Effendi juga tidak tersambung. (cr1/b/iis)

To Top