Telantar, Pasien RSUD Konkep Meninggal #Dewan Sorot Pelayanan RSUD – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Telantar, Pasien RSUD Konkep Meninggal #Dewan Sorot Pelayanan RSUD

LANGARA, BKK – Setelah telantar selama kurang lebih dua jam karena tidak ada pelayan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), pasien atas nama Sakaria (60) Warga Desa Tombaone Kecamatan Waonii Utara mininggal dunia di perjalanan, saat keluarga berupaya melakukan pertolongan medis di Kota Kendari.

Atas kejadian tersebut, salah seorang keluarga pasien, Muhammad Jafar saat dikonfirmasi via telepon seluler, Senin (23/1), menyayangkan pelayanan RSUD Langara yang menurutnya tidak maksimal.

“Masa rumah sakit tidak ada petugasnya, pasien sudah sekarat baru tidak ada pelayanan,” kesalnya.

Saat kejadian di RSUD Konkep tersebut, salah seorang keluarga yang turut mengantar pasien berteriak histeris bercampur panik, melihat kondisi RSUD Langara tanpa seorang pun petugas piket, Minggu (22/1), sekitar pukul 07.00 Wita.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala RSUD Langara, dr Rudi menjelaskan, kejadian tersebut bukan suatu kesengajaan.

Hal itu terjadi, menurut dia, karena kondisi RSUD Langara yang memang saat ini sangat kekurangan tenaga medis, dan juga bertepatan dengan acara pernikahan salah seorang pegawai kesehatan di Desa Lebo Wawonii Timur.

“Kita sangat kekurangan pegawai, satat ini kita hanya punya 2 dokter kontrak, 35 perawat. Sebenarnya, malam sebelum kejadian ada petugas yang piket tapi mungkin pulang istirahat sejenak karena kecapean, kemudian kejadian itu bertepatan dengan acara salah seorang rekan di Wawonii Timur,” katanya.

Melihat kondisi RSUD Konkep yang serba kekurangan, Kepala RSUD yang baru dilantik dua pekan lalu berharap kepada seluruh masyarakat Konkep untuk mengerti dan bersabar akan pelayanan yang belum maksimal.

“Saya harap masyarakat bisa mengerti kondisi terkini RSUD Konawe Kepulauan ini, selain kekurangan pegawai, kita juga belum memiliki fasilatas medis yang memadai, ini semua butuh kesabaran dan kerjasama yang baik,” harapnya.

Di tempat yang berbeda, salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konkep, Amran SPd, dikonfirmasi via ponsel turut menyanyangkan pelayanan pegawai RSUD Konkep yang tidak siaga.

“Rumah sakit itu tidak bisa kosong, tidak kenal Minggu. Satu dua orang harus ada yang standby di sana. Apalagi sampai mementingkan acara pribadi dibanding pelayanan kepada masyarakat. Saya kira itu tidak benar dan sangat-sangat disayangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga sangat menyanyangkan Kepala RSUD Konkep beralasan bahwa tidak maksimalnya pelayanan karena kekurangan pegawai.

“Kita akui memang kekurangan, tetapi bukan berarti pegawai di Rumah Sakit itu kosong. Dan, saya kira itu bukan alasan yang tepat, kalau bicara masalah honor atau gaji pegawai, itu sudah jelas dan sudah disepakati saat pembahasan anggaran kemarin,” kesalnya. (k4/b/iis)

To Top