PASCARELOKASI Jorok, Pedagang Bangun WC Darurat di Tepi Jalan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

PASCARELOKASI Jorok, Pedagang Bangun WC Darurat di Tepi Jalan

WA ODE FITRI/BERTA KOTA KENDARI
PRILAKU BURUK. Inilah WC darurat yang dibangun oknum pedagang di tepi jalan baypass Raha, yang memicu reaksi negatif dari masyarakat. Pemkab Muna diminta untuk segera menata ulang kembali kios di lokasi baru.

RAHA, BKK– Belum cukup sebulan direlokasi ke tempat yang baru, depan Hotel Aliyah, sejumlah oknum pedagang kini membuat ulah. Ada yang mengubah bentuk kios sesuka hati, tidak peduli dengan sampahnya, hingga membuat tempat buang air darurat yang terbuat dari dinding karung.

Ulah para pedagang ini pun memantik reaksi negatif dari masyarakat. Pasalnya, kelakuan mereka justru membuat pusat perdagangan kaki lima yang baru itu kehilangan estetikanya. Tidak lagi seperti saat pertama kali diresmikan oleh Bupati Muna, Rusman Emba.

Warga Raha, Inang, menyayangkan kios yang awalnya sudah bagus, diubah desain eksterior hingga interiornya oleh pedagang. “Sudah dikasi gratis, semaunya mi bikin sesuai dengan maunya,” kata Munarwati kepada Berita Kota Kendari, Senin (23/1).

Namun yang paling disorot adalah WC daruratnya. Bagaimana tidak, WC yang penampakannya sudah jorok itu, dibuat di tepi jalan sehingga terlihat oleh siapapun yang melintas.

“Cepat-cepat mi Satpol PP turun atur mereka itu. Bikin kumuh kembali ini kota. Padahal sudah mulai indah dan ditata rapi saat ini,” kata Inang.

Warga lainnya, Wa Munarwati juga sangat menyayangkan ulah oknum pedagang, yang dinilainya sudah kelewat batas. “Pemda harus cepat tegur pedagang itu, kalau perlu diberi sanksi. Masa bangun WC di tengah kota, malu kalau dlihat tamu dari luar yang datang ke Raha,” keluhnya.

Pantauan Berita Kota Kendari, suasana di lokasi baru pedagang kaki lima ini sudah berubah drastis sejak pertama kali diresmikan. Awalnya masih terlihat rapi.

Namun kini, kios-kios yang disediakan gratis oleh pemerintah itu sudah mengalami perombakan dengan penambahan material bekas di sana-sini, baik papan, seng hingga kain bekas. Kursi dan meja juga berhamburan di mana-mana. Sehingga terlihat sangat kumuh.

Ditambah lagi dengan tumpukan sampah yang berserakan di sana-sini, akibat kurangnya kesadaran para pedagang. WC darurat kian memperparah keadaan.

Pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muna, mengakui hal tersebut. Mereka pun dibuat gerah dengan ulah para pedagang ini.

Kadis Perindag Muna, Achmad Yani B SE M Si sudah berencana melaporkan masalah itu kepada Bupati Muna.

“Kami sudah tahu dan akan segera membuat laporannya kepada Bapak Bupati. Memang WC-nya itu yang jadi sorotan orang. Jika bupati memerintahkan kami untuk mengatur para pedagang ini, akan lakukan,” katanya.

Dia juga mengatakan para pedagang harus mengisi surat perjanjian agar tidak mengubah desain kios yang sudah dibangun oleh pihak pemerintah. Jika melanggar, maka harus siap dengan segala konsekuensinya.

“Kebijakan ini seharusnya dikeluarkan saat pertama kali mereka menempati kios itu. Tapi akan kita buatkan surat perjanjian supaya mereka ikut aturan,” katanya.

Di tempat terpisah, Pelaksana Harian Plh Kasat Pol PP Kabupaten Muna Drs Sumitata menyatakan siap mendukung Dinas Perindag Muna. Satpol PP akan membantu agar para pedagang bisa kembali tertib dan mengutamakan estetika.

“Jika kita diperintahkan Bupati untuk memback up Dinas Perindag untuk mengatur dan menata kembali lapak dan kios, segera kami lakukan. Pokoknya kami tinggal tunggu perintah Bupati saja,” kata Sumitata. (cr1/b/aha)

To Top