Onbudsman Dinilai Bersikap Terlalu Jauh #Menyikapi Dugaan Maladminsitrasi Tender Pembangunan Pasar Baruga – Berita Kota Kendari
Beranda

Onbudsman Dinilai Bersikap Terlalu Jauh #Menyikapi Dugaan Maladminsitrasi Tender Pembangunan Pasar Baruga

Foto: Syam Alam. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Dugaan maladministrasi dalam proses tender pembangunan pasar Baruga, sebelumnya telah dilaporkan ke Onbudsman RepubIik Indonesia (ORI) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, tudingan itu dibantah Kepala Dinas Perindustrian Perdangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Kendari, Syam Alam.

Saat dikonfirmasi, Syam Alam menjelaskan, dalam proses tender pembagunan pasar Baruga tidak ada maladministrasi. Ia pun menyayangkan sikap ORI yang dinilai bersikap terlalu jauh menanggapi persoalan tersebut.

“Memang itu sudah ada rekomendasi dari pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI), selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan tanggapan dari kami. Bahwa apa yang dituduhkan itu misalnya masalah maladministrasi itu kita akan proporsionalkan,” terang Syam Alam saat ditemui, Senin (23/1).

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan, semua permasalahan yang berkaitan dengan hal revitalisasi maupun pembangunan pasar itu akan diserahkan ke Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini inspektorat untuk dilakukan aduit. Nantinya,  setelah ada hasil audit   baru bisa dilihat hasil yang sebenarnya.

“Seharusnya kemarin itu, pihak Ombudsman tidak perlu terlalu jauh masuk jika ada laporan seperti itu, sebab di peraturan presiden (Perpres) jelas bahwa jika terjadi permasalahan seperti itu harusnya pihak Ombudsman kirim ke LKPP atau APIP. Bahkan LKPP sendiri bingun persoalan ini kok ditanggapi sejauh ini,” ujarnya.

Dikatakannya, sekarang yang menjadi konsentrasinya, pihaknya ingin membuktikan bahwa tidak rekayasa atau tidak ada yang melanggar aturan dalam proses tender pembangunan pasar Baruga.

“Draftnya sementara kita rampungkan, mungkin satu dua hari ini sudah rampung. Dan paling lambat pekan depan draft tersebut sudah diserahkan ke inspektorat,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua ORI perwakilan Sultra, Aksa mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan atas dugaan maladminitrasi pembangunan pasar tersebut. Pihaknya pun berupaya menindak lanjutinya dengan memeriksa sejumlah saksi. (Cr6/b/nur)

To Top