Imigrasi dan Ketenagakerjaan Berbeda Data soal TKA – Berita Kota Kendari
Headline

Imigrasi dan Ketenagakerjaan Berbeda Data soal TKA

KENDARI, BKK– Berdasarkan hasil pendataan Kantor Imigrasi Kelas I Kendari, tercatat 1.762 warga negara asing (WNA) asal Cina yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 164 di antaranya adalah tenaga kerja asing (TKA).

Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Kendari Agus Lukito menjelaskan, WNA yang menggunakan izin tinggal terbatas dibenarkan jika WNA tersebut bekerja di Sultra.

Namun, lanjut dia, WNA yang menggunakan izin kunjungan merupakan WNA yang hanya melakukan kunjungan dan tidak dibenarkan jika menjadi tenaga kerja di Sultra.

Ia mengurai, jumlah WNA asal Cina yang menggunakan izin kunjungan di Sultra berjumlah 1.594 orang, terdiri dari 1.565 laki-laki dan 29 perempuan.

Sementara, yang menggunakan izin tinggal terbatas sebanyak 164 orang, yang terdiri dari 159 laki-laki dan 5 orang perempuan.

“Jumlah warga negara Cina di Sultra itu sudah berkurang, di mana sampai pada Desember 2016 tercatat 3.054 orang Cina, sekarang tinggal 1.762 otang,” ujar Agus, Senin (23/01), saat ditemui di Kantor Imigrasi Kelas I Kendari.

Agus melanjutkan, penurunan jumlah warga negara Cina juga terjadi pada yang menggunakan izin kunjungan, di mana pada akhir Desember 2016 tercatat 2.857 orang, sampai pada 23 Januari 2017 tercatat tinggal 1.594 orang.

Sementara penduduk Cina yang menggunakan Izin tinggal terbatas sampai pada 23 Januari 2017 tercatat sebanyak 164 warga negara Cina.

Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra melaporkan data yang berbeda dengan Kantor Imigrasi Kelas I Kendari. Sebagaimana yang dibeberkan Kepala Disnakertans Sultra Saemu Alwi pada 16 Januari 2017 lalu.

Saemu Alwi mengatakan, total TKA sampai Januari 2017 yang masuk bekerja di Sultra sebanyak 1.081 orang. Para pekerja asing tersebut tersebar pada 14 perusahaan yang ada di 7 kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Konawe, Kolaka, Konawe Utara (Konut), Bombana, Wakatobi, Konawe Selatan (Konsel) dan Kota Kendari.

“Di Kabupaten Konawe yang paling banyak yaitu 942 orang terdiri dari 933 laki-laki dan 9 orang perempuan, yang bekerja di PT Virtue Dragon dan PT Sinar Jaya,” ungkap Saemu Alwi, Senin (16/01) lalu, kepada awak media.

Selanjutnya, Kabupaten Kolaka ada 3 perusahaan, Sumitomo Heavy Industries, LTD sebanyak 2 orang TKA asal Jepang, PT Mapan Asri Sejahtera 11 orang TKA asal Cina dan PT Wartsila Indonesia tidak ada ditemukan.

Kemudian kota Kendari ada 3 perusahaan, PT Sonok Lestarimas sebanyak 5 orang TKA asal Cina, PT Kumming Gold Fortune hanya 1 TKA asal Singapura, dan PT Fajar Phinisi Seased 1 TKA asal Malaysia.

“Kabupaten Konut hanya ada satu perusahaan yakni PT Konutara Sejati sebanyak 5 orang TKA asal China,” tuturnya. (p11/b/iis)

To Top