Antisipasi Kesalahpahaman, KPU dan Panwaslih Kota Kendari Gelar Bimtek Terpadu – Berita Kota Kendari
Beranda

Antisipasi Kesalahpahaman, KPU dan Panwaslih Kota Kendari Gelar Bimtek Terpadu

Ketgam: KPU Kota Kendari Saat Memberi Materi Dalam Kegiatan Bintek Terpadu Yang Diikuti Panwascam, PPL, PPS serta PPK se-Kota Kendari (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Memasuki Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilawali) Kendari yang tinggal beberapa hari lagi, Komisi Pemilihan umum (KPU) bersama Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat melakukan bimbingan teknis (Bimtek) terpadu, Senin (23/1).

Bimtek terpadu yang akan berlangsung selama tiga hari ini, diikuti seluruh Panitia Pengawas kecamatan (Panwascam), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan se-Kota Kendari. Melalui kegiatan ini, jajaran KPU dan Panwaslih tersebut  akan memantapkan pemahaman dalam  rangka pelaksanaan tahapan pemungutan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara di PPK nanti.

“Hari ini (kemarin, red),  tiga kecamatan yakni Kecamatan Kendari, Kendari Barat dan Wua-wua. Jumlah peserta dari tiga kelurahan ini sebanyak 137 dari KPU serta 90 lebih dari panwas,” kata Komisioner KPU Kota Kendari Koordinator Divisi Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Zainal Abidin  saat ditemui di sela-sela bimtek itu.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama terkait dengan pelaksanaan tahapan pemungutan serta perhitungan suara di TPS pada 15 Februari mendatang. Selain itu, kata lelaki yang akrab disapa Zainal ini, kegiatan tersebut dalam rangka proses rekapitulasi perhitungan hasil suara di tingkat kecamatan yang jadwalnya pada 15-22 Februari mendatang.

“ini merupakan bimtek berjenjang mulai dari KPU RI. Kemarin Bawaslu Sultra juga telah melakukan kegiatan seperti ini, sehingga hari ini juga kami melakukannya. Kami punya perencanaan bahwa nanti setelah kegiatan ini selesai maka kami akan kembali melakukan bimtek seperti ini dengan pesertanya antara KPPS dan pengawas TPS supaya mereka punya pemahaman yang sama terkait aturan pemungutan dan perhitungan suara di masing-masing TPS,” jelasnya.

Hal ini juga, tambahnya, untuk mengantisipasi terjadinya kekeliruan serta kesalahpahaman sesama penyelenggara dalam proses perhitungan dan rekapitulasi pemungutan suara nanti.

“Kan aneh jika sesama penyelenggara bacaannya sama tetapi pemahamannya berbeda. Sehingga, kami tidak menginginkan penyelenggara yang melakukan keributan pada saat pilwali nantinya, tetapi penyelenggaralah yang harus memberikan pemahaman bukan malah mereka yang melakukan pertenggkaran di lapangan terkait aturan itu,” pungkasnya. (m2/c/nur)

To Top