Perselisihan Antar Tim Paslon Wali Kota Kendari Mulai Memanas – Berita Kota Kendari
Beranda

Perselisihan Antar Tim Paslon Wali Kota Kendari Mulai Memanas

KENDARI, BKK– Mendekati jadwal pemungutan suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Kendari yang akan dihelat 15 Februari mendatang, perselisihan antar tim pasangan calon (Paslon) mulai nampak.

Salah satu diantaranya yakni La Ode Azhar dan La Ode Umar Bonte. Kedunya merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari yang arah dukungannya berbeda di Pilwali Kendari.

Pemicunya, yakni masuknya laporan ke Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Kendari atas tindakan La Ode Azhar membagi-bagikan minyak goreng kepada warga Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Kota Kendari beberapa waktu lalu.

Umar Bonte yang merupakan pendukung paslon Zayat-Syahria mengatakan, pernyataan La Ode Azhar yang mengatakan pelaporannya ke panwaslih berdampak terhadap perolehan suara Zayat di Pilwali Kendari sama sekali tidak betul.

“Itu tidak betul karena sejak awal Azhar itu melawan Zayat karena mendukung Rasak. Lalu bagaimana mungkin ada dampaknya,” terang Umar saat ditemui di kediamannya, Minggu (22/1).

Justru, lanjut dia, dengan pernyataan Azhar yang seakan-seakan memeliki pengaruh terhadap pelaporannya itu memberikan kesan dukungannya ke paslon Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) tidak secara totalitas.

“Pernyataan Azhar yang mengatakan Zayat sama saja melakukan politik bunuh diri dengan melaporkan dia, itu menunjukkan kalau dukungan dia ke Rasak tidak secara total, nanti bermasalah seperti ini baru mau seolah-olah,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, La Ode Azhar ditemui terpisah di kediamannya menegaskan, pernyataan Umar Bonte merupakan bentuk ketidak tahuannya terhadap apa yang terjadi. Apalagi terkait kedekatan orang tuanya dengan oarang tua Zayat.

“Umar bonte itu tidak tahu apa-apa karena dia orang muna yang tidak besar di Kota Kendari dan dia juga tidak tahu bagaimana kedekatan orang tuaku dengan orang tua Zayat,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, hal ini tidak perlu diperbesar. Ia justru menantang Umar Bonte dan tim pemenangan Zayat untuk melihat kebenaran pernyataannya, apakah betul atau tidak dengan posisinya saat ini berpengaruh dengan perolehan suara Zayat di Pilwali Kendari.

“Kita buktikan saja nanti, yang jelas untuk daerah dimana disitu ada keluarga saya maka suara yang diperoleh Zayat pasti berkurang. Seperti di Kelurahan Benuanirai, Kecamatan Abeli, Kelurahan Kampung Salo, Mangga Dua, Porerano dan Puncak Punggaloba,” pungkasnya.(cr5/b/nur)

To Top